Tampilkan postingan dengan label Seputar Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Politik. Tampilkan semua postingan
Banner Visi Misi Bupati Terpilih Gresik
Seputar Gresik -
Pelantikan Bupati Gresik diPastikan dilaksanakan hari Senin (27 September 2010) di kantor Pemkab Gresik Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Gresik
Inilah berita Selengkapnya :
Pasangan Bupati Gresik terpilih, Sambari Halim Radianto-M Qosim (SQ) akan dilantik oleh Gubernur Jawa Timur besok, Senin (27/9).
Kepastian itu diungkapkan Mighfar Syukur, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Gresik. Pelantikan akan digelar di lantai IV Kantor Bupati Gresik Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. "Berdasar kesepakatan bersama Gubernur Jatim, SQ dilantik besok senin," ujarnya saat dihubungi beritajatim.com melalui telepon, Minggu (26/9) siang.
Baca Selengkapnya ...
Keputusan Mahkamah Konstitusi : Sambari Menjadi Bupati Gresik
>> Kamis, 26 Agustus 2010
Hari ini Rabu, (25/08/2010), adalah hari yang sangat di tunggu tunggu oleh Warga Gresik, Karena hari ini MK (Mahkamah Konstitusi) akan mengumumkan Siapa yang Bakal memimpin Gresik 5 tahun mendatang. pengumuman Penetapan Hasil Pilkada Ulang kali ini memang agak beda dari biasanya, hal ini terkait di diselenggarakannya Pemilukada / pemungutan suara ulang oleh KPU Gresik di sembilan kecamatan di Gresik atas perintah MK disebabkan ditemukannya pelanggaran dalam Pilkada Putaran pertama yang di selenggarakan bulan lalu.
Pengamanan Pengumuman Keputusan MK terkait hasil Pilkada Ulang Gresik hari ini benar benar Ekstra Ketat, semua Kantor dan Instansi yang berhubungan dengan Pilkada ditempatkan sejumlah Personil Polisi, Personel ini dipersiapkan oleh Kapolres Gresik AKBP Jakup Prajogo Sik, Msi sebagai antisipasi menyusul adanya unjuk rasa massa pendukung HUMAS yang mengatasnamakan (GEMPA - GERAKAN MASYARAKAT PEDULI PILKADA ADIL) pada 23 Agustus sebelumnya.
Kantor dan Gedung yang dijaga aparat Gabungan dari Polres Gresik dan Brimob Polda Jatim tersebut diantaranya adalah Gedung Golkar di Jl. Pahlawan Gresik, Kantor KPU Kabupaten Gresik, Kantor Pemkab Gresik, Kantor Panwas Gresik, yang ada di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Gresik, Gedung DPRD Gresik, Pendopo Kabupaten Gresik, Kediaman Bupati Gresik, serta Rumah kediaman Pasangan Cabup Cawabup Gresik.
Nampak juga SHOW of FORCE anggota BRIMOB menggunakan Kendaraan Bermotor Roda dua bersenjata lengkap dan Rantis, berpatroli keliling Kota untuk menjaga agar situasi tetap kondusif.
Dalam Pengumuman yang di sampaikan oleh MK tadi siang (25/08/2010) memutuskan Bahwa Pasangan Sambari Halim - Qosim (SQ) yang berhak memimpin Gresik 5 tahun kedepan (periode 2010-2015)
*Berikut adalah Berita Mengenai Penetapan Hasil Pilkada Ulang Gresik 2010 yang di kutip dari : Beritajatim.com
Putusan Final MK, Sambari Pimpin Gresik
Rabu, 25 Agustus 2010 19:14:13 WIB
Reporter : Ahmad Fakhry Rofiqy Gresik
Proses Pemilukada Gresik 2010 memasuki babak akhir. Siang tadi, Rabu (25/8/2010) pukul 14.00 WIB Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan final di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta. Hasilnya, MK memutuskan pasangan Sambari Halim Radianto-M Qosim (SQ) sebagai bupati dan wakil bupati Gresik periode 2010/1015.
Putusan final atas putusan sela pemungutan suara ulang dan juga penghitungan suara ulang Pemilukada Gresik dibacakan oleh sembilan hakim MK yang diketuai oleh Mahfud MD. Intinya mengabulkan pemohon pasangan SQ, membatalkan keputusan KPU hasil pemilu pada tanggal 26 Mei 2010, mengesahkan keputusan KPU hasil pemilu 8 Agustus 2010.
Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah Kab. Gresik ini dimohonkan oleh pasangan calon no.3 Sambari Halim Radianto-M. Qosim, karena ditengarai terjadi kecurangan masif, terstruktur dan sistematis pada proses Pemilukada Gresik. Dalam sidang pleno tersebut, selain dihadiri oleh pihak pemohon, juga dihadiri oleh pihak termohon KPU Gresik dan juga pihak terkait, tim pemenangan pasangan Husnul Khuluq - Musyaffa’ Noer (HUMAS).
Dalam putusan akhir tersebut, MK memutuskan bahwa Keputusan KPU Kab. Gresik terkait rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan pasangan calon terpilih dalam Pemilukada Gresik tanggal 1 Juni 2010 tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sepanjang rekapitulasi perolehan suara di sembilan kecamatan yakni di Kecamatan Kebomas, Bungah, Cerme, Duduksampeyan, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Benjeng, dan Balongpanggang.
Selanjutnya, MK juga menetapkan bahwa hasil rekapitulasi penghitungan suara yang benar di sembilan kecamatan tersebut adalah untuk pasangan calon no. 1 Bambang Suhartono-Abdullah Qonik (BaNi) mendapatkan 3.645 suara, pasangan calon no. 2 Mujitabah-Suwarno (Jiwa) mendapatkan 2.812 suara, pasangan no. 3 Sambari Halim Radianto-M Qosim (SQ) mendapatkan 189.285 suara. Sedangkan untuk pasangan calon no. 4 Mohammad Nashihan-Syamsul Ma’arif (Monash) memperoleh 2.063 suara, pasangan calon no. 5 Husnul Khuluq-Musyaffa Noer (Humas) memperoleh 160.012 suara dan pasangan calon no 6. Sastro Suwito-M Samwil (S2BY) memperoleh 1.558 suara.
Hasil perolehan suara itu berdasarkan putusan sela MK yang memerintahkan KPU Kab. Gresik untuk melakukan pemungutan suara ulang di sembilan kecamatan yakni di Kecamatan Kebomas, Bungah, Cerme, Duduksampeyan, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Benjeng, dan Balongpanggang.. ”Berdasarkan hasil pemungutan suara ulang dan penghitungan ulang tersebut, MK memerintahkan kepada KPU Kab Gresik untuk melaksanakan putusan akhir MK,” tegas Mahfud MD. [fqi/but]
tag: Keputusan MK Humas Vs Sambari Halim -Qosim (SQ), Pemenang Pilkada Gresik, Bupati Gresik terpilih hasil putusan MK, Pengumuman Keputusan Mahkamah Konstitusi Rabu, 25 Agustus 2010 tentang Hasil pilkada ulang di Gresik, Pengumuman Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Hasil Pilkada Ulang Gresik dan Penetapan Sambari Halim Sebagai Bupati Gresik periode 2010-2015,Baru Pertama kali di indonesia Pasangan yang memenangi Pilkada putaran Pertama kalah pada Pilkada ulang, Massa Humas (Gemppa) Unjuk rasa Panwas, Gedung DPRD, KPU Gresik, kantor dan Gedung instansi Pemerintah Daerah di jaga ketat Polres Gresik dan Brimob Polda Jatim
Massa Humas Demo Panwas
>> Selasa, 24 Agustus 2010
Sedikitnya 200 orang Massa Pendukung Pasangan Cabup-cawabup Gresik (HUMAS) gabungan dari 3 Partai Pendukung Pasangan itu yaitu PKB, PPP dan Gerindra, siang kemarin (23/08) Mendatangi 3 titik Kantor yaitu Kantor Panwas Pilkada Gresik, dan kantor KPU Kabupaten Gresik di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Gresik dan kantor DPRD kabupaten Gresik.
Masa yang sebelumnya di Prediksi berjumlah sekitar 1500 orang tersebut sebelumnya berkumpul di kantor PB NU Gresik di dekat Pintu Tol Bunder masuk dalam wilayah Kebomas Gresik.
Kedatangan Massa tersebut bermaksud memprotes anggota panwas yang di nilai tidak responsif terhadap laporan pengaduan pasangan HUMAS tentang dugaan adanya kecurangan yang di lakukan oleh pasangan lawan dalam Pilkada Ulang Gresik yang di selenggarakan oleh KPU Gresik atas perintah MK untuk mengadakan pencoblosan ulang di 9 kecamatan di Gresik, 08 Agustus 2010, yang lalu.
Massa juga mendengar issue bahwa hari itu akan di umumkan Putusan Hasil Pilkada Ulang Gresik oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Ratusan massa tersebut mendatangi Gedung Kantor DPRD gresik sekitar pukul 11.30 Wib sebelum Sholat dzuhur, Masa yang datang langsung di arahkan oleh anggota Brimob Polda Jatim yang melakukan Pengamanan ke dalam Alun alun Gresik atas perintah Kapolres Gresik AKBP Jakup Prajogo Sik, Msi.
Sekitar 1 jam berorasi di depan gedung Dewan, massa kemudian membubarkan diri, dengan di kawal ketat petugas gabungan dari polres gresik, Brimob Polda Jatim, Gegana, polisi K-9, Dalmas Polda Jatim, Satlantas Polres Gresik, dan Reskrim Polres Gresik serta Intelkam. yang berjumlah sekitar 500 personel.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa berdasarkan real count KPU Kabupaten Gresik menunjukkan pasangan Sambari Halim - Qosim (SQ) unggul pada pemungutan suara ulang di sembilan kecamatan. Pasangan SQ meraih 189.525 atau 52,56 persen disusul pasangan Husnul Huluq Musyaffa' Noer (Humas) meraih 160.211 suara atau 44,43 persen.
Padahal dalam coblosan sebelumnya, pasangan Humas memimpin dengan perolehan suara 233.531 (39,49 persen), sedangkan pasangan SQ berada di bawahnya dengan perolehan suara 208.129 (35,19 persen).
Rencananya Mahkamah Konstitusi (MK) akan Mengumumkan Keputusan Hasil Pilkada Ulang Gresik pada tanggal 25 Agustus 2010 mendatang. Pengumuman Keputusan MK ini akan menentukan Siapa Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan Memimpin Gresik Periode 2010-2015 mendatang,
Namun Sebagian Warga Gresik optimis bahwa Pasangan Sambari Halim - Qosim lah yang akan Memenangi Pilkada Gresik tahun ini. Warga Gresik memang menghendaki adanya Perubahan di Gresik. menurut Sebagian Warga Jika nanti Pasangan Sambari Halin - Qosim (SQ) ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilkada ini, pembangunan di Gresik ini akan lebih meningkat. tapi apapun prediksinya, kita tunggu saja Pengumuman Keputusan MK tentang siapa yang terpilih menjadi Bupati Gresik dan siapa yang bakal memimpin Gresik 5 tahun mendatang.
tag : Pengumuman Keputusan MK tentang Hasil Pilkada ulang di Gresik, pemenang Pilkada ulang Gresik, Bupati Gresik periode2010-2015, Bupati Gresik terpilih sesuai Keputusan MK, hasil keputusan MK, Humas - Sambari Qosim SQ, keputusan MK terkait siapa yang menang dalam Pilbup Gresik,Keputusan MK, Pilkada Ulang Gresik, Hasil akhir Pilkada ulang Gresik, Polres Gresik, Brimob polda Jatim, Pengamanan Keputusan MK di Gresik,
Baca Selengkapnya ...
Penghitungan Hasil Coblos Ulang di Tingkat PPK Tuntas
>> Rabu, 11 Agustus 2010
HASIL PILKADA ULANG GRESIK (KPU GRESIK)
Seputar Gresik - Kamis, 12 Agustus 2010
Penghitungan di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan, hasil coblos ulang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gresik di sembilan kecamatan pada Rabu (11/8/2010) sudah tuntas. Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gresik menegaskan rekapitulasi manual di tingkat KPU dilaksanakan Kamis (12/8) pukul 13.00.
Secara umum pelaksanaan coblos ulang berjalan lancar, kalau ada temuan pelanggaran itu masuk kewenangan Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah. Hasil pilkada ulang di PPK Kebomas, Cerme, Benjeng, Balongpanggang, Menganti, Kedamean dan Driyorejo hanya ditan datangani saksi dari pasangan Sambari Halim Radianto-M Qosim (SQ).
Saksi dari pasanagan Husnul Khuluq-Musyaffa Noer (Humas), Bambang Sujartono-Abdullah Qonik (Bani), saksi Mujitabah-Suwarno (Jiwa), Muhammad Nashihan-Syamsul Maarif (Monash-Syamsul), dan saksi Sastro Suwito-Samwil (S2BY) tidak tandatangan. Hanya di PPK B ungah dan Duduksampeyan dihadiri saksi dari enam pasang calon.
Namun tahapan Pilkada berupa rekapitulasi di tingkat KPU akan tetap dilaksanakan. Hasil rekapitulasi KPU terkait coblos ulang akan dikirim ke Mahkamah Konstitusi (MK) antara tanggal 13-18 Agustus. KPU harus melaporkan hasil coblosan ulang ke MK. Batas wak tu MK memutuskan hasil coblos ulang hingga 22 Agustus.
Menurut Abdul Basid dari 476.242 orang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 366.184 pemilih atau 75,71 persen. "Jumlah suara sah sebanyak 360.584, suara tidak sah 5.600. Hasil final tetap menunggu perhitungan manual KPU dan putusan MK," katanya.
Berdasarkan real count KPU Kabupaten Gresik menunjukkan pasangan Sambari Halim Radianto-M Qosim (SQ) unggul pada pemungutan suara ulang di sembilan kecamatan. Pasangan SQ meraih 189.525 atau 52,56 persen disusul pasangan Husnul Khuluq-Musyaffak Noer (Huma s) meraih 160.211 suara atau 44,43 persen.
Secara keseluruhan perolehan suara dari 18 kecamatan SQ meraih 285.492 suara atau 46,71 persen dari total 611.201 suara sah sedangkan Humas meraih 250.480 suara atau 40,98 persen. Suara SQ bertambah 77.363 suara dibanding hasil pemungutan suara 26 Mei lal u sebanyak 208.129 suara atau 35,19 persen dari 591.394 suara sah. Sementara pasangan Humas menambah 16.949 suara dari hasil coblosan 26 Mei sebanyak 233.531 suara atau 39,49 persen.
Pada hasil coblos ulang, perolehan suara empat pasang lainnya jeblok. Pasangan Bambang Suhartono-Abdullah Qonik (Bani) yang sebelumnya meraih 94.025 suara atau 15,9 persen kini hanya meraih 35.159 suara atau 5,75 persen.
Suara Bani berkurang 58.866 suara. Pasangan Mohammad Nashihan-Syamsul Maarif (Monash-Syamsul) yang sebelumnya meraih 26.288 suara atau 4,45 persen malah berkurang 9.884 suara menjadi 16.404 suara atau 2,68 persen. Pasangan Sastro Suwito-M Samwil (S2BY) be rkurang 4.208 suara. Pasangan S2BY sebelumnya meraih 22.161 suara atau 3,75 persen menjadi 17.953 suara atau 2,94 persen. Pasangan Mujitabah-Suwarno (Jiwa) berkurang 1.547 suara dari sebelumnya 7.260 suara atau 1,23 persen menjadi 5.713 suara atau 0,93 per sen.
SQ secara keseluruhan unggul di 13 kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Driyorejo, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti, Panceng, Sidayu, dan Ujungpangkah. Rival terberatnya Humas unggul di lima kecamatan yakni Bungah, Duduksampey an, Sangkapura, Tambak, dan Wringinanom.
Pilkada Ulang Gresik ada Money Politk Lagi?
>> Selasa, 10 Agustus 2010
Seputar Gresik -
Pilkada Ulang Gresik telah di gelar Minggu (08/08) kemarin, banyak kejadian kejadian menarik yang patut di cermati, pertempuran sengit yang terjadi antar calon secara politik bukan hanya terjadi antar cabup dan cawabup ataupun antar pendukung cabub cawabup.
Tim yang di bentuk oleh masing masing Cabup Cawabup juga tak kalah sengit dalam melakukan manuver manuver politik, mereka saling mencari cari kelemahan dari masing masing trik yang di lakukan oleh para kandidat.
Masing masing Tim bentukan Paslon baik dari Kubu Sambari Halim - Qosim (SQ) ataupun kubu HUMAS telah mengklaim telah menemukan pelanggaran atau kecurangan berupa money politic.
Tim SQ mengklaim telah menemukan salah satu anggota KPPS di wilayah kedamean sedang membagi bagikan uang kepada warga di sekitar TPS itu. sedangkan Tim Humas malah mengklaim telah menemukan Dua pelanggaran yang sama yang di lakukan oleh tim SQ, yaitu di Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Benjeng.
Sementara itu, Sampai saat ini jumlah Pasti Hasil Pilkada Ulang Gresik belum di ketahui, Rekapitulasi penghitungan suara yang di lakukan masing masing PPK memang sudah selesai dan semua Kotak Suara beserta surat suara kesemuanya sudah terkirim ke KPU Gresik, namun perhitungan manual belum di lakukan, walaupun sebagian warga Gresik sudah memprediksi kemenangan SQ pada Pilkada Ulang Gresik kali ini, namun kesemuanya belum pasti karena Hasil resmi atau hasil akhir perolehan suara pilkada ulang greik belum di tetapkan oleh KPU Gresik.
Coblos Ulang Pilkada Gresik 2010: hasil akhir pilkada ulang gresik
>> Minggu, 08 Agustus 2010
Coblos Ulang Pilkada Gresik 2010: hasil akhir pilkada ulang gresik
Seputar Gresik -
Seputar Gresik -
Hasil Perolehan Suara Sementara Pilkada Ulang di Menangi Pasangan Sambari Halim dan Qosim (SQ) sedangkan Pasangan HUMAS berada di Peringkat 2, namun hasil ini belum Mutlak, karena KPU Gresik Belum Menetapkan siapa yang terpilih menjadi Bupati Pilihan Rakyat, yang akan Memimpin Gresik selama Lima tahun Mendatang, Penetapan Hasil akhir akan di ketahui setelah KPU Gresik melakukan hitung Manual jumlah perolehan suara masing masing pasangan Calon,
Pencarian Berita mengenai :Hasil akhir pilkada ulang gresik 2010, hasil sementara pilkada ulang gresik, hasil resmi pilkada ulang gresik, Hasil Tetap Pilkada Ulang dari KPU Gresik.
Baca Selengkapnya ...
Pilkada Ulang Gresik tanpa Dana
>> Selasa, 03 Agustus 2010
Kotak Suara dan Logistik Pilkada Ulang Gresik di Kantor KPU Gresik yang akan di kirim ke PPK
Seputar Gresik -
Pemungutan Suara Ulang Gresik / Pilkada Ulang Gresik yang akan di laksanakan di sembilan kecamatan di gresik tinggal menghitung hari, tepatnya 5 hari Lagi, Kotak kotak Suara dan perbekalan Logistik Pemilu Lainnya sebagian Sudah di kirim ke masing masing PPK di masing masing Kecamatan yang akan melaksanakan Coblos Ulang 08 Agustus Mendatang.
Kemarin , Senin (02/08) terhitung sudah ada 6 (enam) Kecamatan atau PPK yang di kirim Logistik Pilkada Ulang, masing masing kotak suara dan perlengkapan lainnya langsung di ambil oleh masing masing PPK dan di kawal ketat oleh petugas Kepolisian setempat (Kapolsek masing masing Kecamatan) sampai kemarin malam hanya tiga kecamatan yang belum mengambil atau menerima Logistik pilkada ulang dari KPU Gresik, ketiga kecamatan tersebut masing masing adalah Kecamatan Cerme, Kecamatan Menganti dan Kecamatan Benjeng. sesuai rencana hari ini Logistik Pemilu harus sudah terkirim semua ke masing masing PPK.
Namun ada yang aneh dalam Pilkada Ulang Gresik kali ini, KPU Gresik mengatakan bahwa selama ini semua pendistribusian maupun anggaran pengadaan logistik pemilu belum terbayar seluruhnya, kejadian ini di karenakan sampai saat ini KPU Kabupaten Gresik mengaku belum menerima sepeserpun anggaran dari Pemkab Gresik menyusul protes dewan terhadap KPU Gresik yang di nilai Boros.
Antara KPU Gresik dan Dewan belum ada kesepakatan mengenai RKB (Rencana Kebutuhan Belanja) yang di ajukan oleh KPU Gresik sebesar 5,2 Miliar. ini di karenakan rekomendasi penghematan anggaran yang di usulkan oleh DPRD tidak di indahkan oleh KPU Gresik.
Sementara itu hingga saat ini Kantor KPU Gresik di jaga ketat oleh satu Peleton Aparat dari Polres Gresik yang berpakaian Uniform maupun Sipil.
Kategori :
Gresik News,
Info Gresik,
Pilkada Gresik,
Polres Gresik,
Seputar Gresik,
Seputar Info,
Seputar Politik
Kapolres Gresik bertemu HTI Gresik
>> Kamis, 29 Juli 2010
Seputar Gresik -
Audiensi HTI Gresik dengan Kapolres Gresik
HTI Press - Gresik, Siang hari pukul 14.30 WIB pada hari Rabu tanggal 21 Juli 2010 ada audiensi antara pengurus DPD HTI Kab. Gresik dengan Bpk. Kapolres Gresik yang baru. Pada pertemuan tersebut dimaksudkan untuk:
1) Silaturahim pengurus DPD HTI Kab. Gresik dengan Bpk. Kapolres Gresik agar terjadi kesepahaman antara HTI Kab. Gresik dengan Polres Gresik, terjalin hubungan baik, harmonis dan saling menguntungkan dalam membina dan menjaga masyarakat,
2) Menyerukan kepada Polres Gesik beserta jajarannya untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar yang didukung oleh mayarakat dan Ormas Islam, termasuk HTI (sebagai partai politik ideologis)dan MUI. Gresik
3) Memohon kepada Polres Gresik selaku penjaga keamanan dan ketertiban hendaknya tidak bersikap apriori apalagi mencurigai kegiatan ormas islam yang beraktivitas amar makruf nahi munkar (dalam rangka menerapkan syariah dan khilafah), karena di lapangan syabab HTI sering berinteraksi dengan para intel dan petugas keamanan
4) Timbulnya aksi anarchisme dan terorisme di masyarakat karena kurang memahami syariat islam secara benar dan utuh, dan hal ini bisa dicegah dengan aktivitas dakwah, sehingga polisi di lapangan tidak perlu mencurigai dakwah HTI. Demikian dikatakan oleh Ust. Iffin Masrukan, S.Pd Ketua DPD HTI Kab. Gresik kepada Kapolres Gresik.
Pada pertemuan kali ini DPD HTI Gresik menyerahkan sejumlah sovenir yang berupa Buku terjemah Min Muqowwimat nafsiyah Islamiyyah, Manifesto HTI, CD mengenal HTI, Media Umat terbaru, Buletin Al Islam terbaru, Booklet Syariah Islam dan beberapa Nasyroh, seperti Strategi Amerika Memecah belah Indonesia, Terorisme, dll.
Tak diduga audiensi ini kebetulan berbarengan dengan delegasi MUI Gresik yang dipimpin oleh ketuanya KH. Chusnan Ali. Maka Lengkaplah kegiatan audiensi tersebut. Acara diakhiri dengan makan siang bersama antara Bpk. Kapolres, pengurus DPD HTI Kab. Gresik, dan delegasi MUI Kab. Gresik. Sebelum pulang kami berfoto bersama di depan halaman Polres Gresik. (Reportase Lajnah I’lamiyah HTI Gresik- Hasan)
Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Gresik News,
Polres Gresik,
Seputar Gresik,
Seputar Info,
Seputar Politik,
Seputar Spiritual
Masa Depan Demokrasi Lokal
Seputar Gresik -
Pemungutan suara Ulang Gresik -
Masa Depan Demokrasi Lokal
By : Hendi Hendrar Prihadi
via : FORUM PILKADA GRESIK on Facebook
Baca Selengkapnya ...
Pemungutan suara Ulang Gresik -
Masa Depan Demokrasi Lokal
By : Hendi Hendrar Prihadi
via : FORUM PILKADA GRESIK on Facebook
Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh berbagai kalangan. Menguatnya wacana tersebut dibarengi dengan menghangatnya suhu politik di berbagai daerah. Ini merupakan perkembangan yang menarik dalam sejarah perpolitikan di negeri ini, mengingat pilkada secara langsung merupakan hal yang baru bagi sejarah politik di republik ini.
Di satu sisi, perubahan sistem politik ini patut kita sambut dengan penuh rasa optimisme, karena dengan mekanisme pemilihan secara langsung ini partisipasi politik rakyat menjadi sangat penting artinya dan akan betul-betul menjadi penentu proses demokratisasi baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.
Tapi di sisi lain, perkembangan baru ini harus benar-benar kita cermati secara kritis. Karena momentum ini merupakan momentum peletakan dasar bagi fondasi sistem politik dan demokrasi pada aras lokal.
Dilihat dari antusiasme masyarakat dalam mengapresiasi wacana pilkada secara langsung ini, menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Karena, hampir setiap elemen masyarakat menyambut positif pelaksanaan pemilihan secara langsung ini. Setidaknya ini menunjukkan tingkat kesiapan masyarakat dalam menyongsong pelaksanaan pilkada.
Akan tetapi antusiasme ini bukan merupakan jaminan terselenggaranya momentum politik daerah berjalan secara demokratis dan mencerminkan aspirasi masyarakat. Mengingat, dalam UU No 32 Tahun 2004 partai politik masih mempunyai peran sangat dominan karena mekanisme pencalonan kepala daerah hanya diatur melalui satu pintu, yakni partai politik. Akibatnya calon-calon independen yang mempunyai akseptabilitas dan kredibilitas tidak mempunyai peluang untuk maju.
Ketentuan ini menjadi salah satu titik krusial yang harus dicermati secara kritis. Karena, dominasi peran partai ini akan membuka peluang kemungkinan terjadinya ''politik dagang sapi'' di satu sisi dan suburnya money politics di sisi lain seperti yang terjadi selama ini. Disamping itu, kemungkinan partai akan sekehendak hati dalam merekrut dan menentukan calon tanpa melibatkan aspirasi dan partisipasi konstituennya serta masyarakat umum, juga sangat besar.
Jika hal ini terjadi maka bukan saja mencederai demokrasi, melainkan juga merupakan kemunduran bagi proses demokratisasi. Karena secara esensial sistem baru ini tidak ada bedanya dengan sistem politik di masa lalu, ibarat pameo ''lagu lama kaset baru''.
Padahal sasaran ideal dari produk UU ini adalah adanya partisipasi politik secara aktif dari rakyat dalam menentukan pejabat-pejabat publik di daerah. Sehingga kepala daerah yang terpilih benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat dan mempunyai legitimasi yang kuat karena mendapat dukungan secara langsung.
Proses Pembelajaran
Momentum pilkada secara langsung adalah merupakan proses pembelajaran politik masyarakat di daerah. Konteks pembelajaran politik ini meliputi beberapa hal.
Pertama, pilkada secara langsung menuntut kesiapan rakyat untuk bisa mengartikulasikan kepentingan-kepentingannya, sehingga bentuk sikap politiknya merupakan cerminan dari kebutuhan yang ingin diwujudkannya. Dengan cara demikian maka kedaulatan rakyat akan betul-betul terwujud.
Kedua, rakyat mempunyai kedaulatan penuh untuk mendefinisikan pilihan politiknya terhadap figur calon yang ada. Dari situ mereka akan mempunyai kemandirian untuk menentukan pilihan sesuai dengan hati nuraninya, sehingga kualitas partisipasinya dapat dipertanggungjawabkan. Kemandirian ini dengan sendirinya juga mengeliminasi adanya potensi-potensi mobilisasi yang dilakukan oleh partai-partai politik.
Ketiga, rakyat juga dituntut kedewasaan politiknya. Mereka harus siap secara mental untuk menerima perbedaan pilihan politik di antara mereka sendiri. Meskipun mereka telah membuktikan kedewasaannya dalam mengikuti pemilihan presiden secara langsung yang berjalan dengan tertib, aman, dan demokratis.
Namun yang perlu diingat, dalam pilkada secara langsung jarak emosi antara figur calon dan massa pemilihnya sangat dekat. Hal ini akan memicu lahirnya fanatisme yang sangat kuat terhadap masing-masing calon.
Selain itu, masyarakat juga merasakan kepentingannya secara riil pada aras lokal. Akibatnya kadar dan rasa kepemilikan (sense of belongingness) serta keterlibatannya terhadap agenda-agenda masing-masing calon sangat tinggi. Faktor-faktor tersebut dikhawatirkan dapat menjadi pemicu terjadinya konflik horizontal.
Kecenderungan munculnya tingkat fanatisme yang berlebihan terhadap salah satu calon sangat kuat, mengingat kultur paternalisme masih dominan dalam masyarakat. Kecenderungan ini bisa kita lihat dari sikap politik yang lebih mengedepankan figur daripada visi, misi, dan program yang ditawarkan.
Dalam pandangan Emmerson (2001), karakteristik sistem politik Indonesia masih didominasi oleh budaya paternalistik. Tandanya, disamping adanya hubungan negara-rakyat yang dikemas dalam hubungan kawula-gusti, juga hubungan antarelite yang disusun berdasarkan logika perkawanan yang kental.
Kenyataan tersebut disamping kontraproduktif dengan nilai-nilai demokrasi juga mereduksi sasaran ideal dari produk UU No 32 Tahun 2004, yakni adanya proses penguatan demokrasi di tingkat lokal, sehingga kesadaran politik masyarakat menjadi bias. Bias, karena mereka sudah tidak berdaya lagi untuk membedakan antara suara hati nurani dan politik perkawanan. Sedangkan keinginan ideal dari partisipasi politiknya adalah terwujudnya kemandirian sikap politik.
Dalam kondisi yang sedemikian rupa maka mereka akan kehilangan rasionalitasnya dalam menentukan pilihan. Pertimbangan rasional menjadi nihil dan tereduksi oleh munculnya faktor-faktor emosional. Solidaritas yang muncul dengan dasar pijakan kedekatan emosi biasanya akan mengubur kadar kritisisme di masing-masing individu.
Penguatan Demokrasi
Di tengah sistem dan kultur politik yang bersifat paternalistik, maka proses pilkada langsung tidak dapat menjadi jaminan bagi perubahan kualitas demokrasi.
Masa depan demokrasi di tingkat lokal boleh jadi tidak akan mengalami perubahan. Karena demokrasi disamping ditentukan oleh seberapa besar partisipasi masyarakat juga kualitas partisipasi itu sendiri dalam menentukan pejabat pemerintah baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.
Semakin besar dan baik kualitas partisipasi masyarakat, maka kelangsungan demokrasi akan semakin baik pula. Demikian juga sebaliknya, semakin kecil dan rendahnya kualitas partisipasi masyarakat maka semakin rendah kadar demokrasinya.
Kadar kualitas partisipasi politik masyarakat dapat dilihat dari sejauh mana tingkat otonomi dalam menentukan sikapnya. Apakah karena pengaruh mobilisasi partai politik semata, faktor primordialisme atau karena rasionalitas dan hati nurani?
Kalau keberpihakan politiknya lahir dari pertimbangan-pertimbangan yang rasional, maka merupakan pertanda yang positif bagi perkembangan dan format demokrasi ke depan. Tetapi jika pilihan politik mereka karena pengaruh mobilisasi semata, masa depan demokrasi patut dipertanyakan.
Format demokrasi pada aras lokal meniscayakan adanya derajat kualitas partisipasi masyarakat yang baik. Keterlibatan mereka dalam momentum pilkada langsung menjadi landasan dasar bagi bangunan demokrasi. Bangunan demokrasi tidak akan kokoh manakala kualitas partisipasi masyarakat diabaikan. Karena itu, proses demokratisasi yang sejatinya menegakkan kedaulatan rakyat menjadi semu dan hanya menjadi ajang rekayasa bagi mesin-mesin politik tertentu.
Hukum demokrasi selalu menempatkan partisipasi masyarakat dalam posisi yang terdepan dan signifikan. Karenanya, antara masyarakat dan demokrasi terdapat makna yang komplementer dan simultan sekaligus, yakni agar bisa berjalan dengan baik maka demokrasi menuntut konsekuensi logis adanya partisipasi aktif dari masyarakat.
Penguatan demokrasi lokal tidak akan tercipta manakala masyarakat hanya dijadikan objek politik dan konstituen yang pasif. Hal ini perlu ditegaskan guna menegakkan makna demokrasi itu sendiri. Dengan cara ini demokrasi akan lebih cepat meresap ke bawah dan dapat dirasakan secara konkret oleh masyarakat yang secara formal berada pada hierarkhi sistem politik yang paling rendah.
Selain itu juga akan mengikis demokrasi yang bersifat elitis dan menumbuhkan demokrasi yang berjalan secara egaliter, sehingga proses demokratisasi akan lebih mengakar dan terlembagakan secara horizontal di tengah masyarakat.
- Ime::
- FORUM PILKADA GRESIK
- Kategorija::
- Organizacije - Političke Organizacije
- Opis:
- KEBERSATUAN RAKYAT MENUJU PERUBAHAN KOTA
- Tip privatnosti:
- Otvoreno: Sav sadržaj je javni.
- quick count, cangkruk'an, hasil coblos ulang pilkada gresik, ngopi, politik gresik, pilkada gresik di ulang, pasar gresik, gresik news, polres gresik,
Polres Gresik Siaga Jelang Coblos Ulang
>> Jumat, 23 Juli 2010
Seputar Gresik -
Politik, 22 Juli 2010, 11:29:59
Laporan Iping Supingah
Jelang Pemungutan Ulang Polres Gresik Siaga
suarasurabaya.net| Jelang pemungutan suara ulang Pemilukada Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Polres Gresik melakukan siaga.
"Ada sekitar 36 anggota setiap hari siaga di sejumlah titik rawan. Di antaranya kantor Pemkab, rumah dinas bupati, kantor KPU, seluruh bank dan rumah sakit," kata Briptu HAKIM anggota Polres Gresik yang sedang siaga di sebuah bank swasta, Kamis (22/07).
Ia mengaku, seluruh anggota mendapat jadwal pengamanan secara bergilir untuk siaga di tempat-tempat strategis tersebut. Untuk siaga jika kemungkinan terjadi hal-hal yang mengganggu jelang pemungutan ulang.
"Masing-masing polsek dijaga dua personel yang digabung dengan anggota dari Polres. Biasa saja, hanya sebagai langkah antisipasi saja, agar kemungkinan terjelek tidak terjadi, dan Alhamdulillah aman terkendali," ujarnya
Sementara, terkait pelaksanaan pemungutan ulang di sembilan kecamatan yang akan dilaksanakan Minggu (08/08) mendatang KPU masih melakukan persiapan logistik.
"Kita masih melakukan persiapan logistik, salah satunya desain surat suara," kata ABDUL BASIT anggota KPU Gresik, Kamis, seperti dilansir Antara. Ia menjelaskan, desain surat suara yang dimaksud adalah, di dalam kertas surat suara itu nantinya tertera nomor putusan Mahkamah Konstitusi. "Karena ini bukan Pemilukada ulang maupun putaran kedua, tetapi pemungutan suara ulang, sehingga surat putusan MK kita cetak disurat suara," jelasnya Terkait dengan anggaran yang disampaikan KPU sebesar Rp4,8 miliar sampai hari ini, belum ada kepastian dari DPRD setempat. "Komisi A memang tugasnya kan pengawasan, artinya tidak mempunyai kewenangan mengesahkan atau tidak mengesahkan anggaran," tandasanya Menurut pendapatnya, anggaran tersebut tergantung Pemkab Gresik. "Kalau Pemkab Gresik gak ada masalah, pernyataan Komisi A kita abaikan saja," ujarnya. Ia menyebutkan bahwa Komisi A tidak menyetujui dan anggaran yang anggarkan oleh KPU sebesar Rp 4,8 miliar. Karena anggaran sebesar itu dianggap terlalu besar sehingga terjadi pemborosan. "Lamongan saja yang mempunyai 27 kecamatan pilkada hanya menelan Rp15 miliar. Sedangkan Gresik yang hanya 18 kecamatan menyedot anggaran Rp18 miliar," ungkap AHMAD NURHAMIM Wakil Ketua DPRD Gresik yang juga koordinator Komisi A. Pencoblosan ulang kali ini, KPU kembali meminta anggaran Rp4,8 miliar. "KPU boros, dan gagal melaksanakan Pemilukada," ujarnya.(ant/ipg)
Baca Selengkapnya ...
Ia mengaku, seluruh anggota mendapat jadwal pengamanan secara bergilir untuk siaga di tempat-tempat strategis tersebut. Untuk siaga jika kemungkinan terjadi hal-hal yang mengganggu jelang pemungutan ulang.
"Masing-masing polsek dijaga dua personel yang digabung dengan anggota dari Polres. Biasa saja, hanya sebagai langkah antisipasi saja, agar kemungkinan terjelek tidak terjadi, dan Alhamdulillah aman terkendali," ujarnya
Sementara, terkait pelaksanaan pemungutan ulang di sembilan kecamatan yang akan dilaksanakan Minggu (08/08) mendatang KPU masih melakukan persiapan logistik.
"Kita masih melakukan persiapan logistik, salah satunya desain surat suara," kata ABDUL BASIT anggota KPU Gresik, Kamis, seperti dilansir Antara. Ia menjelaskan, desain surat suara yang dimaksud adalah, di dalam kertas surat suara itu nantinya tertera nomor putusan Mahkamah Konstitusi. "Karena ini bukan Pemilukada ulang maupun putaran kedua, tetapi pemungutan suara ulang, sehingga surat putusan MK kita cetak disurat suara," jelasnya Terkait dengan anggaran yang disampaikan KPU sebesar Rp4,8 miliar sampai hari ini, belum ada kepastian dari DPRD setempat. "Komisi A memang tugasnya kan pengawasan, artinya tidak mempunyai kewenangan mengesahkan atau tidak mengesahkan anggaran," tandasanya Menurut pendapatnya, anggaran tersebut tergantung Pemkab Gresik. "Kalau Pemkab Gresik gak ada masalah, pernyataan Komisi A kita abaikan saja," ujarnya. Ia menyebutkan bahwa Komisi A tidak menyetujui dan anggaran yang anggarkan oleh KPU sebesar Rp 4,8 miliar. Karena anggaran sebesar itu dianggap terlalu besar sehingga terjadi pemborosan. "Lamongan saja yang mempunyai 27 kecamatan pilkada hanya menelan Rp15 miliar. Sedangkan Gresik yang hanya 18 kecamatan menyedot anggaran Rp18 miliar," ungkap AHMAD NURHAMIM Wakil Ketua DPRD Gresik yang juga koordinator Komisi A. Pencoblosan ulang kali ini, KPU kembali meminta anggaran Rp4,8 miliar. "KPU boros, dan gagal melaksanakan Pemilukada," ujarnya.(ant/ipg)
Kategori :
Gresik News,
Polres Gresik,
Seputar Gresik,
Seputar Indonesia,
Seputar Info,
Seputar Politik
Coblos Ulang Pilkada Gresik 2010
>> Rabu, 21 Juli 2010
Seputar Gresik -
Coblos Ulang Pilkada Gresik 2010
sumber : http://coblosulangpilkadagresik.blogspot.com/
Hari itu di tengah Dingin nya malam dan sunyi nya Kota Gresik, Penulis Mencoba menelusuri tentang seberapa antusias Warga Nggersik (Gresik.Red) dalam menyikapi Coblosan Ulang Pilkada Gresik 2010, yang Rencananya akan di Laksanakan pada 08 Agustus 2010 mendatang itu, semula Penulis hanya iseng iseng cari angin sambil Cangkruk'an Plus Ngopi di Warkop Puncak Putri Cempo masuk wilayah kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, sambil menikmati indahnya Kota Surabaya saat malam hari yang nampak jika di pandang dari atas bukit Cempo.
Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Pilkada Gresik,
Seputar Artikel,
Seputar Gresik,
Seputar Kota,
Seputar Link,
Seputar Politik
Seputar Gresik - Sambari Halim Siap ‘Dilantik’ Jadi Bupati Gresik
>> Rabu, 14 Juli 2010
Seputar Gresik -
Sambari Halim Siap ‘Dilantik’ Jadi Bupati Gresik
Sambari Halim Siap ‘Dilantik’ Jadi Bupati Gresik
Pasangan kandidat Cabup-Cawabup Gresik, Sambari Halim Radianto-HM Qosim (SQ) optimistis bakal memenangi coblosan ulangan pemilukada setempat di sembilam kecamatan yang bakal diputar pada 8 Agustus 2010 mendatang.
Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Gresik News,
Info Gresik,
Seputar Gresik,
Seputar Politik
Vonis Money Politik Pilkada Gresik
>> Senin, 05 Juli 2010
Seputar Gresik -
Setelah sepekan maraton bersidang, akhirnya majelis hakim PN Gresik yang diketuai Fathul Mujib SH menghukum dua terdakwa tindak pidana pelanggaran pemilu KH Abdul Kohar Hasyim (64) dan Rahardjo (52) dengan pidana 5 bulan penjara.
HUMAS - SQ Bakal Bertarung Sengit
>> Kamis, 01 Juli 2010
Seputar Gresik -
| HUMAS - SQ Bakal Ketat | | |
| GRESIK ( SI ) – Coblos ulang Pilkada Gresik di sembilan kecamatan diperkirakan bakal menjadi pertarungan tunggal pasangan Husnul Khuluq Musyaffa’ Noer (HUMAS) dengan Sambari Halim Radianto Qosim (SQ). Dari pertarungan enam pasangan ini, yang berpeluang besar memenangkan pertarungan tersebut hanya kedua pasangan tersebut. Keduanya memiliki modal perolehan suara hampir di atas 90.000. Pasangan HUMAS mendapat 90.269 suara, sedangkan pasangan "SQ" mendapatkan modal suara 95.967 suara.Pasangan Bambang Suhartono dan Abdullah Qonik (BANI) berpeluang menyodok dengan modal 31.479 suara,tapi cukup berat. Dari estimasi tersebut, maka diperkirakan empat kontestan Pilkada Gresik untuk periode 2010 - 2015 bakal memilih praktis merapat ke HUMAS atau SQ. Sebab, bila memilih bertarung di coblos ulang bakal memerlukan biaya yang cukup besar.Apalagi, perolehan sura keempatnya jauh dari di bawah pasangan HUMAS dan SQ. “Kami perkirakan pasangan lain tidak berani untuk fight (bertarung, red),t etapi lebih memilih bergabung ke HUMAS atau SQ,” tutur Abdul Abbas, Ketua DPC PBB Gresik yang memutuskan absen dalam pilbup kali ini. Peluang itu juga dimaksimalkan tim kampanye HuMas dan SQ. Misalnya, pasangan SQ yang diusung Partai Golkar dan PKPI,melalui Ahad Nur Hamim selaku ketua tim pemenangan mengaku sudah mendapat limpahan dukungan dari DPC Partai Hanura yang sebelumnya memberikan dukungan ke BaNi. “Kami juga lobi-lobi dengan pasangan lain.Namun, hasilnya masih menunggu. Kami terus bergerak cepat,” ungkapnya, kemarin. Tidak kalah semangatnya pasangan HuMas.Pasangan yang diusung koalisi PKB,PKNU,PPP,serta Partai Gerindra itu menginformasikan sudah menggalang komunikasi ke DPD PAN, DPC PD, dan pasangan BaNi. “Kami optimistis bakal mendapat dukungan dari pasangan lain. Kemarin, kami sudah mengalang komunikasi dengan DPD PAN Gresik. Hari ini (kemarin, red) dengan DPC PD Gresik.Bahkan,kami juga sudah menggalang komunikasi dengan pasangan BaNi,” ungkap Ainur Rofiq, Sekretaris Tim Pemenangan HuMas,kemarin. Sementara itu Ketua DPC PDIP Gresik Hadi Kusono mengatakan tidak menutup kemungkinan memberikan dukungan ke kandidat lain. “Kami pastikan tidak ke pasangan yang kalah,tetapi yang berpeluang menang. Sebab, PDIP Gresik memiliki sejarah kelam dengan salah satu pasangan yang sempat meloncat dari PDIP. Namun, saat menjadi wakil bupati justru balik kucing,”tegasnya. (ashadi ik) |
SQ vs HUMAS : Coblosan Ulang di Sembilan Kecamatan
>> Jumat, 25 Juni 2010
Seputar Gresik -
Kompas.Com, Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (24/6/2010) memutuskan pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gresik diulang di sembilan kecamatan. Majelis Hakim MK yang diketuai Mahfud MD memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gresik, menggelar pencoblosan ulang di sembilan kecamatan yakni Kebomas, Bungah, Driyorejo, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, Duduksampeyan, dan Balongpanggang.
Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Pilkada Gresik,
Seputar Gresik,
Seputar Info,
Seputar Kota,
Seputar Politik
Hasil Akhir Perolehan Suara Pilkada Gresik 2010
>> Jumat, 04 Juni 2010
Gresik -
Inilah Hasil Akhir Perolehan Suara Pasangan Cabup Cawabup dalam Pilkada Gresik 2010 yang di tetapkan oleh KPU Gresik pada tanggal 02 Juni 2010 pukul 00.25 Wib "dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pilkada / Pemilukada Gresik Tahun 2010" di Kantor KPU Gresik Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo 690 Gresik.
Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Pilkada Gresik,
Seputar Gresik,
Seputar Info,
Seputar Kota,
Seputar Link,
Seputar Politik
Polres Gresik Gelar Razia jelang Penetapan Hasil Suara Pilkada Gresik 2010
>> Senin, 31 Mei 2010
Gresik-
Issue yang berkembang di Gresik akhir akhir ini pasca Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Gresik 2010, bahwa akan ada unjuk rasa dan pengerahan massa besar besaran menyusul adanya issue penggelembungan hasil perolehan suara salah satu pasangan calon di wilayah kecamatan sidayu yang akhirnya pasangan calon itu saat ini mencapai perolehan suara tertinggi menurut hasil perhitungan sementara KPU Gresik dan lembaga survei indonesia.
Baca Selengkapnya ...
Issue yang berkembang di Gresik akhir akhir ini pasca Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Gresik 2010, bahwa akan ada unjuk rasa dan pengerahan massa besar besaran menyusul adanya issue penggelembungan hasil perolehan suara salah satu pasangan calon di wilayah kecamatan sidayu yang akhirnya pasangan calon itu saat ini mencapai perolehan suara tertinggi menurut hasil perhitungan sementara KPU Gresik dan lembaga survei indonesia.
Kategori :
Pilkada Gresik,
Seputar Gresik,
Seputar Info,
Seputar Kota,
Seputar Politik
Bentrok Pendukung SQ - HUMAS di Manyar Gresik
>> Sabtu, 29 Mei 2010
Gambar Ilustrasi
Gresik -Siang ini Sabtu, (29/5) sebanyak Sebelas orang pelaku kisruh antara pendukung cabup Sambari Halim Radianto-M Qosim (SQ) Vs pendukung cabup Husnul Khuluq-Musyafa' Noer (HUMAS) di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jum'at (28/5/2010) petang telah di Tangkap dan Enam diantaranya di jadikan Tersangka oleh Sat Reskrim Polres Gresik.
Baca Selengkapnya ...
Pilkada Gresik 2010 : Warga Gresik Suka Golput
Gresik -
Setelah KPU Gresik dan Lembaga Survey Indonesia (LSI) melakukan Penghitungan Surat Suara Hasil Pilkada Gresik 2010, ternyata Warga Masyarakat Gresik banyak yang memilih Golput alias tidak mau Mencoblos, ini di buktikan dengan masih banyaknya jumlah pemilih yang tidak datang ke TPS pada saat Pencoblosan pada tanggal 26 Mei 2010 kemarin, Lembaga ini menemukan sebanyak 257.604 pemilih atau sekitar 29,6 persen dari 868.783 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya.
Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Pilkada Gresik,
Seputar Gresik,
Seputar Info,
Seputar Kota,
Seputar Politik
Sambari unggul di Kecamatan Gresik
>> Kamis, 27 Mei 2010
Gresik -
PPK Gresik siang ini (27/5) melakukan Rapat bersama penghitungan suara di kantor Kecamatan Gresik, Rapat dihadiri sekitar 60 orang yang terdiri dari saksi, PPS, lurah dan tim sukses dari masing masing pasangan calon bupati dan wakil bupati gresik periode 2010-2015. Rapat di pimpin dan dibuka oleh ketua Sekretariat PPK Gresik Ahmad Muzzaki tepat pukul 13.00. wib. nampak juga dalam acara ini Kapolsekta Gresik AKP. Sri Andriyani, Spd , Camat Gresik Dra. Indah Shofina, MM, serta Danramil Gresik Kapten TNI Muhammad Isa.
Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Pilkada Gresik,
Seputar Gresik,
Seputar Politik
Langganan:
Postingan (Atom)



























