https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8400825675533184321#template

*** Selamat Datang di Website "Seputar Gresik" Terima Kasih atas Kunjungannya, Ikuti Perkembangan Berita dan Info Terbaru mengenai Kota Gresik dan sekitarnya, Berita Gresik Hari Ini, Berita Gresik, Obyek Wisata Religi Gresik, Pakaian Muslim Murah Seputar Gresik, Makanan Khas Gresik, Warkop Gresik, Budaya Gresik, Polres Gresik, Sejarah Gresik, Info terbaru Gresik 2010, Kapolres Gresik, Satlantas Polres Gresik, Ultras Gresik, Gresik United, Petrokimia Gresik, Semen Gresik dan Info Gresik News Lainnya, hanya di "Seputar Gresik" Silahkan Isi Buku Tamu atau Tinggalkan Komentar Anda... IKLAN GRATIS : JUAL GLUTERA MURAH...!!! GLUTERA PROMO OKTOBER 2013 >> PROMO GLUTERA NOVEMBER 2013 >> GLUTERA PROMO DESEMBER 2013 - PROMO AKHIR TAHUN 2013 >> GLUTERA PROMO JANUARI 2013 >> JUAL GLUTERA GLUTATHIONE >> GLUTERA SURABAYA MURAH >> HUBUNGI SERVICE CENTER GLUTERA GRESIK ONLINE VIA SMS KE : 0856-4854-5252 ATAU INVITE PIN BB : 261a4a2F - selamat berbelanja di TOKO ONLINE GRESIK >> Posted in BISNIS VSI, VSI 2014, VSI INDONESIA, VSI NETWORK, VSI YUSUF MANSUR, WWW.KLIKVSI.COM and tagged KLIK VSI COM, KLIK VSI NETWORK, VSI ACEH, VSI Aek Kanopan, VSI Agats, VSI Ambarawa, VSI Ambon, VSI Anyer, VSI Arga Makmur, VSI Arosuka, VSI Atambua, VSI Baa, VSI Badung, VSI Baganbatu, VSI Bagansiapiapi, VSI Bajawa, VSI BALI, VSI Balige, VSI Banda, VSI Banda Aceh, VSI Bandar Lampung, VSI Bandar Seri Bentan, VSI BANDUNG, VSI Bangil, VSI Bangkalan, VSI Bangkinang, VSI Bangko, VSI Bangli, VSI Banjar, VSI Banjarnegara, VSI Bantul, VSI Banyuasin, VSI Banyumas, VSI Banyuwangi, VSI Batam, VSI Batang, VSI Batu, VSI Baturaja, VSI Batusangkar, VSI Bekasi, VSI Bengkalis, VSI BENGKULU, VSI Biak, VSI Bima, VSI Binjai, VSI Bintuhan, VSI Bintuni, VSI Bireuen, VSI Blambangan Umpu, VSI Blang Kejeren, VSI Blangpidie, VSI Blitar, VSI Blora, VSI BOGOR, VSI Bojonegoro, VSI Bondowoso, VSI Botawa, VSI Boyolali, VSI Brebes, VSI Bukittinggi, VSI Bumiayu, VSI Burmeso, VSI Calang, VSI Caruban, VSI Ciamis, VSI Cianjur, VSI Cibinong, VSI Cikampek, VSI Cikarang, VSI Cilacap, VSI Cilegon, VSI Cirebon, VSI Cliquers, VSI Curup, VSI Daik, VSI Dataran Hunimoa, VSI Dataran Hunipopu, VSI Demak, VSI DENPASAR, VSI Depok, VSI Dobo, VSI Dolok Marawa, VSI Dompu, VSI Dumai, VSI Elelim, VSI Enarotali, VSI Ende, VSI Fak Fak, VSI Fef, VSI Garut, VSI Gedong Tataan, VSI Gianyar, VSI Gresik, VSI Gunun Sugih, VSI Gunung Sitoli, VSI Gunung Tua, VSI Idi Rayeuk, VSI Ilaga, VSI Indralaya, VSI Indramayu, VSI Jailolo, VSI JAKARTA, VSI Jambi, VSI Jantho, VSI Jawa, VSI Jawa Barat, VSI Jayapura, VSI Jember, VSI Jepara, VSI JOGJA, VSI Jombang, VSI Kabanjahe, VSI Kaimana, VSI Kajen, VSI Kalabahi, VSI Kalianda, VSI Karang Baru, VSI Karang Tinggi, VSI Karanganyar, VSI Karangasem, VSI Karubaga, VSI Kayu Agung, VSI Kebumen, VSI Kediri, VSI Kefamenanu, VSI Kendal, VSI Kenyam, VSI Kepahiang, VSI Kepanjen, VSI Kepi, VSI Kepulauan Riau, VSI Kigamani, VSI Kisar, VSI Kisaran, VSI Klaten, VSI Klungkung, VSI Koba, VSI Kobakma, VSI Kota Agung, VSI Kota Bumi, VSI Kota Mulia, VSI Kota Pinang, VSI Kraksaan, VSI Kuala Tungkal, VSI Kudus, VSI Kumurkek, VSI Kuningan, VSI Kupang, VSI Kutacane, VSI Labuha, VSI Labuhan Bajo, VSI Lahat, VSI Lahomi, VSI Lamongan, VSI LAMPUNG, VSI Langsa, VSI Larat, VSI Leksula, VSI Lhokseumawe, VSI Lhoksukon, VSI Libuo Palma, VSI Limapuluh, VSI Liwa, VSI Lotu, VSI Lubuk Basung, VSI Lubuk Bendaharo, VSI Lubuk Linggau, VSI Lubuk Pakam, VSI Lubuk Sikaping, VSI Lumajang, VSI Maba, VSI Madiun, VSI Magelang, VSI Magetan, VSI Majalengka, VSI Malang, VSI Maluku, VSI Manggar, VSI Manna, VSI Manokwari, VSI Martapura, VSI Masohi, VSI Medan, VSI Menggala, VSI Mentok, VSI Merauke, VSI Metro, VSI Meulaboh, VSI Meureude, VSI Mojokerto, VSI Mojosari, VSI Morotai Selatan, VSI Muara Aman, VSI Muara Bulian, VSI Muara Bungo, VSI Muara Dua, VSI Muara Enim, VSI Muara Sabak, VSI Muara Tebo, VSI Muaro Sijunjung, VSI Muko Muko, VSI Mungkid, VSI Nabire, VSI Namlea, VSI Namrole, VSI NETWORK, VSI Ngamprah, VSI Nganjuk, VSI Ngawi, VSI Nusa Tenggara, VSI Oksibil, VSI Oobo, VSI Pacitan, VSI Padang, VSI Padang Aro, VSI Padang Panjang, VSI Padang Sidempuan, VSI Pagaralam, VSI Painan, VSI PALEMBANG, VSI Pamekasan, VSI Pandan, VSI Pandeglang, VSI Pangkal Pinang, VSI Pangkalan Kerinci, VSI Panguruan, VSI Panyabungan, VSI Papua, VSI Pare, VSI Pariaman, VSI Parit Malintang, VSI Pasir Pengarayan, VSI Passo, VSI Pasuruan, VSI Pati, VSI Payakumbuh, VSI Pekalongan, VSI Pekanbaru, VSI Pelabuhan Ratu, VSI Pemalang, VSI Pematang Siantar, VSI Piru, VSI Ponorogo, VSI Prabumulih, VSI Pringsewu, VSI Probolinggo, VSI Pulau Punjung, VSI Purbalingga, VSI Purwakarta, VSI Purwodadi, VSI Purwokerto, VSI Purworejo, VSI Ranai, VSI Rangkasbitung, VSI Rantau Prapat, VSI Rasiei, VSI Raya, VSI Rembang, VSI Rengat, VSI RIAU, VSI Sabang, VSI Salak, VSI Salatiga, VSI Sampang, VSI Sanana, VSI Saparua, VSI Sarilamak, VSI Sarmi, VSI Sarolangun, VSI Saumlaki, VSI Sawahlunto, VSI Sei Rampah, VSI Sekayu, VSI Selat Panjang, VSI Semarang, VSI Sengeti, VSI Serang, VSI Siak Sri Indrapura, VSI Sibolga, VSI Sibuhuan, VSI Sidayu, VSI Sidikalang, VSI Sidoarjo, VSI Sigli, VSI Simpang Empat, VSI Simpang Tiga Redelong, VSI Sinabang, VSI Singaparna, VSI Singkil, VSI Sipirok, VSI Situbondo, VSI Slawi, VSI Sleman, VSI Solok, VSI Soreang, VSI Sragen, VSI Stabat, VSI Subang, VSI Subulussalam, VSI Suka Makmue, VSI Sukabumi, VSI Sukadana, VSI Sukoharjo, VSI Sumatera Selatan, VSI Sumatera Utara, VSI Sumber, VSI Sumedang, VSI Sumenep, VSI Sungai Penuh, VSI Sungailiat, VSI Surabaya, VSI Surakarta, VSI Tais, VSI Takengon, VSI Tangerang, VSI Tangerang Selatan, VSI Tanjung Balai, VSI Tanjung Balai Karimun, VSI Tanjung Enim, VSI Tanjung Pandan, VSI Tanjung Pinang, VSI Tapaktuan, VSI Tarempa, VSI Tarutung, VSI Tasikmalaya, VSI Tebing Tinggi, VSI Tegal, VSI Teluk Kuantan, VSI Temanggung, VSI Tembilahan, VSI Tigaraksa, VSI Toboali, VSI Toli Toli, VSI Tomohon, VSI Tondano, VSI Trenggalek, VSI Tuapejat, VSI Tuban, VSI Tulungagung, VSI Tutuyan, VSI Ujung Tanjung, VSI Unaaha, VSI Ungaran, VSI Wanggudu, VSI Wangi Wangi, VSI Watampone, VSI Watan Soppeng, VSI Wates, VSI Wlingi, VSI Wonogiri, VSI Wonosari, VSI Wonosobo, VSI Yogyakarta, VSI YUSUF MANSUR, VSITeluk Dalam, WWW.KLIKVSI.COM >> SALAM : Dychana OnLine Shop ***

Tampilkan postingan dengan label Seputar Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Artikel. Tampilkan semua postingan

Masa Depan Demokrasi Lokal

>> Kamis, 29 Juli 2010

Seputar Gresik -

Pemungutan suara Ulang Gresik -
Masa Depan Demokrasi Lokal
By : Hendi Hendrar Prihadi
via : FORUM PILKADA GRESIK on Facebook

Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh berbagai kalangan. Menguatnya wacana tersebut dibarengi dengan menghangatnya suhu politik di berbagai daerah. Ini merupakan perkembangan yang menarik dalam sejarah perpolitikan di negeri ini, mengingat pilkada secara langsung merupakan hal yang baru bagi sejarah politik di republik ini.

Di satu sisi, perubahan sistem politik ini patut kita sambut dengan penuh rasa optimisme, karena dengan mekanisme pemilihan secara langsung ini partisipasi politik rakyat menjadi sangat penting artinya dan akan betul-betul menjadi penentu proses demokratisasi baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.

Tapi di sisi lain, perkembangan baru ini harus benar-benar kita cermati secara kritis. Karena momentum ini merupakan momentum peletakan dasar bagi fondasi sistem politik dan demokrasi pada aras lokal.

Dilihat dari antusiasme masyarakat dalam mengapresiasi wacana pilkada secara langsung ini, menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Karena, hampir setiap elemen masyarakat menyambut positif pelaksanaan pemilihan secara langsung ini. Setidaknya ini menunjukkan tingkat kesiapan masyarakat dalam menyongsong pelaksanaan pilkada.

Akan tetapi antusiasme ini bukan merupakan jaminan terselenggaranya momentum politik daerah berjalan secara demokratis dan mencerminkan aspirasi masyarakat. Mengingat, dalam UU No 32 Tahun 2004 partai politik masih mempunyai peran sangat dominan karena mekanisme pencalonan kepala daerah hanya diatur melalui satu pintu, yakni partai politik. Akibatnya calon-calon independen yang mempunyai akseptabilitas dan kredibilitas tidak mempunyai peluang untuk maju.

Ketentuan ini menjadi salah satu titik krusial yang harus dicermati secara kritis. Karena, dominasi peran partai ini akan membuka peluang kemungkinan terjadinya ''politik dagang sapi'' di satu sisi dan suburnya money politics di sisi lain seperti yang terjadi selama ini. Disamping itu, kemungkinan partai akan sekehendak hati dalam merekrut dan menentukan calon tanpa melibatkan aspirasi dan partisipasi konstituennya serta masyarakat umum, juga sangat besar.

Jika hal ini terjadi maka bukan saja mencederai demokrasi, melainkan juga merupakan kemunduran bagi proses demokratisasi. Karena secara esensial sistem baru ini tidak ada bedanya dengan sistem politik di masa lalu, ibarat pameo ''lagu lama kaset baru''.

Padahal sasaran ideal dari produk UU ini adalah adanya partisipasi politik secara aktif dari rakyat dalam menentukan pejabat-pejabat publik di daerah. Sehingga kepala daerah yang terpilih benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat dan mempunyai legitimasi yang kuat karena mendapat dukungan secara langsung.

Proses Pembelajaran

Momentum pilkada secara langsung adalah merupakan proses pembelajaran politik masyarakat di daerah. Konteks pembelajaran politik ini meliputi beberapa hal.

Pertama, pilkada secara langsung menuntut kesiapan rakyat untuk bisa mengartikulasikan kepentingan-kepentingannya, sehingga bentuk sikap politiknya merupakan cerminan dari kebutuhan yang ingin diwujudkannya. Dengan cara demikian maka kedaulatan rakyat akan betul-betul terwujud.

Kedua, rakyat mempunyai kedaulatan penuh untuk mendefinisikan pilihan politiknya terhadap figur calon yang ada. Dari situ mereka akan mempunyai kemandirian untuk menentukan pilihan sesuai dengan hati nuraninya, sehingga kualitas partisipasinya dapat dipertanggungjawabkan. Kemandirian ini dengan sendirinya juga mengeliminasi adanya potensi-potensi mobilisasi yang dilakukan oleh partai-partai politik.

Ketiga, rakyat juga dituntut kedewasaan politiknya. Mereka harus siap secara mental untuk menerima perbedaan pilihan politik di antara mereka sendiri. Meskipun mereka telah membuktikan kedewasaannya dalam mengikuti pemilihan presiden secara langsung yang berjalan dengan tertib, aman, dan demokratis.

Namun yang perlu diingat, dalam pilkada secara langsung jarak emosi antara figur calon dan massa pemilihnya sangat dekat. Hal ini akan memicu lahirnya fanatisme yang sangat kuat terhadap masing-masing calon.

Selain itu, masyarakat juga merasakan kepentingannya secara riil pada aras lokal. Akibatnya kadar dan rasa kepemilikan (sense of belongingness) serta keterlibatannya terhadap agenda-agenda masing-masing calon sangat tinggi. Faktor-faktor tersebut dikhawatirkan dapat menjadi pemicu terjadinya konflik horizontal.

Kecenderungan munculnya tingkat fanatisme yang berlebihan terhadap salah satu calon sangat kuat, mengingat kultur paternalisme masih dominan dalam masyarakat. Kecenderungan ini bisa kita lihat dari sikap politik yang lebih mengedepankan figur daripada visi, misi, dan program yang ditawarkan.

Dalam pandangan Emmerson (2001), karakteristik sistem politik Indonesia masih didominasi oleh budaya paternalistik. Tandanya, disamping adanya hubungan negara-rakyat yang dikemas dalam hubungan kawula-gusti, juga hubungan antarelite yang disusun berdasarkan logika perkawanan yang kental.

Kenyataan tersebut disamping kontraproduktif dengan nilai-nilai demokrasi juga mereduksi sasaran ideal dari produk UU No 32 Tahun 2004, yakni adanya proses penguatan demokrasi di tingkat lokal, sehingga kesadaran politik masyarakat menjadi bias. Bias, karena mereka sudah tidak berdaya lagi untuk membedakan antara suara hati nurani dan politik perkawanan. Sedangkan keinginan ideal dari partisipasi politiknya adalah terwujudnya kemandirian sikap politik.

Dalam kondisi yang sedemikian rupa maka mereka akan kehilangan rasionalitasnya dalam menentukan pilihan. Pertimbangan rasional menjadi nihil dan tereduksi oleh munculnya faktor-faktor emosional. Solidaritas yang muncul dengan dasar pijakan kedekatan emosi biasanya akan mengubur kadar kritisisme di masing-masing individu.

Penguatan Demokrasi

Di tengah sistem dan kultur politik yang bersifat paternalistik, maka proses pilkada langsung tidak dapat menjadi jaminan bagi perubahan kualitas demokrasi.

Masa depan demokrasi di tingkat lokal boleh jadi tidak akan mengalami perubahan. Karena demokrasi disamping ditentukan oleh seberapa besar partisipasi masyarakat juga kualitas partisipasi itu sendiri dalam menentukan pejabat pemerintah baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.

Semakin besar dan baik kualitas partisipasi masyarakat, maka kelangsungan demokrasi akan semakin baik pula. Demikian juga sebaliknya, semakin kecil dan rendahnya kualitas partisipasi masyarakat maka semakin rendah kadar demokrasinya.

Kadar kualitas partisipasi politik masyarakat dapat dilihat dari sejauh mana tingkat otonomi dalam menentukan sikapnya. Apakah karena pengaruh mobilisasi partai politik semata, faktor primordialisme atau karena rasionalitas dan hati nurani?

Kalau keberpihakan politiknya lahir dari pertimbangan-pertimbangan yang rasional, maka merupakan pertanda yang positif bagi perkembangan dan format demokrasi ke depan. Tetapi jika pilihan politik mereka karena pengaruh mobilisasi semata, masa depan demokrasi patut dipertanyakan.

Format demokrasi pada aras lokal meniscayakan adanya derajat kualitas partisipasi masyarakat yang baik. Keterlibatan mereka dalam momentum pilkada langsung menjadi landasan dasar bagi bangunan demokrasi. Bangunan demokrasi tidak akan kokoh manakala kualitas partisipasi masyarakat diabaikan. Karena itu, proses demokratisasi yang sejatinya menegakkan kedaulatan rakyat menjadi semu dan hanya menjadi ajang rekayasa bagi mesin-mesin politik tertentu.

Hukum demokrasi selalu menempatkan partisipasi masyarakat dalam posisi yang terdepan dan signifikan. Karenanya, antara masyarakat dan demokrasi terdapat makna yang komplementer dan simultan sekaligus, yakni agar bisa berjalan dengan baik maka demokrasi menuntut konsekuensi logis adanya partisipasi aktif dari masyarakat.

Penguatan demokrasi lokal tidak akan tercipta manakala masyarakat hanya dijadikan objek politik dan konstituen yang pasif. Hal ini perlu ditegaskan guna menegakkan makna demokrasi itu sendiri. Dengan cara ini demokrasi akan lebih cepat meresap ke bawah dan dapat dirasakan secara konkret oleh masyarakat yang secara formal berada pada hierarkhi sistem politik yang paling rendah.

Selain itu juga akan mengikis demokrasi yang bersifat elitis dan menumbuhkan demokrasi yang berjalan secara egaliter, sehingga proses demokratisasi akan lebih mengakar dan terlembagakan secara horizontal di tengah masyarakat.


Ime::
FORUM PILKADA GRESIK
Kategorija::
Organizacije - Političke Organizacije
Opis:
KEBERSATUAN RAKYAT MENUJU PERUBAHAN KOTA
Tip privatnosti:
Otvoreno: Sav sadržaj je javni.
quick count, cangkruk'an, hasil coblos ulang pilkada gresik, ngopi, politik gresik, pilkada gresik di ulang, pasar gresik, gresik news, polres gresik,
Baca Selengkapnya ...

Jangan Anggap Remeh Dangdut di Gresik

>> Kamis, 22 Juli 2010

Seputar Gresik -

Catatan Fahmi Dians on Facebook
17 Juli 2010 jam 19:10
" Ini Fakta...!!! Bukan Hanya Gembar Gembor... "

Apakah yang menjadi alasan saya menulis catatan ini...??

Dua tahun belakangan stasiun TV nasional mengisi berbagai acara TV dengan perhelatan music music pop, tapi kemanakah music dangdut diapresiasikan??
 
Dari berbagai macam stasiun televisi nasional menampilkan acara acara tersendiri seperti dahsyat RCTI, inbox & hip hip hura SCTV, klik ANTV,ON tHE Spot TRANS 7, trans tv, tv one  dll. tapi yang mengisi acara dangdut adalah TPI. tv local jawa timur JTV.

Dengan acara acara seperti ini pastinya mempengaruhi tentang jumlah penggemar antara dangdut dan pop. jawa timur sebagai barometer dangdut jawa timur apakah juga terpengaruh jumlah penggemarnya??

Melihat kasus ini penulis yang berusia 18 tahun mencoba mengamati minat antara music dangdut dan pop.dalam hal ini penulis mempunyai 3 sumber konser music pop dan dangdut yang kesemuanya berada di gresik.(live shownya)

Apakah di gresik juga banyak penggemar dangdut??
Pertanyanan yang gampang,tapi membingungkan dalam menentukan jumlahnya.

3 sumber yang dianalisis adalah konser band band papan atas nasional (J-ROCK DAN d’MASIV)dan orkes melayu jawa timur (SERA dan NEW PAL’LAPA).
 

Pada Hari Sabtu, 12 Juni 2010, ada konser grup band papan atas ibu kota yang tak asing lagi yaitu "J-ROCK" yang diadakan di lapangan poas muda , yang berada sekitar 5km dari alun alun kota. dalam konser ini ribuan pemuda dan pemudi datang dengan pasangan , teman  maupun kelompok. dalam konser ini yang berjumlah serkitar lima ribu (5000) pasang mata menyaksikan. sungguh jumlah yang fantastic bung…

Tak hanya itu masyarakat sekitar juga kebanjiran rejeki dengan membuka parkir motor dadakan dengan harga 3000 rupiah , wwooowowowow harga yang funtastis 6x lipat harga yang ditetapkan pemerintah yaitu 500 rupiah. mungkin harga parkir mahal karena melihat peluang konser dalam memanfaatkan keadaan.

Bagaimana dengan konser new pallapa??


Pada hari yang sama (sabtu)dengan tanggal yang berbeda dengan selisih 2 minggu tepatnya tanggal 26 juni 2010 ,  orkes melayu NEW PALLAPA mengadakan konser hajatan di lapangan legundi yang berada +50km dari alun alun gresik (sekiatar70 menit naik motor).
Konser ini didatangi para pemuda pemudi,anak anak,waria/banci,orang tua yang datang dengan bergerombol, teman, sanak family maupun kelompok. mereka datang dengan jalan kaki, naik sepeda , menyewa pikup/truck. saat baru menampilkan 2 dari 9 artis bung MC(master of ceremony/host) mengatakan kalau ada sekitar 12000(dua belas ribu pasang mata) padahal saat itu masih banyak yang baru berdatangan.kemungkinan mencapai kisaran 14-15ribu yang datang menyaksikannya.

Seperti halnya konser band tadi, masyarakat sekitar juga kebanjiran rejeki dengan membuka parkir motor dadakan, tetapi ternyata ada perbedaan bung???Harga parker motor saat itu 8000rupiah wowowowowow hamper 3x lipat harga konser band atau 16x lipat harga parker yang ditetakan Pemda Gresik.

Pada saat HUT GRESIK hari jumat 12 maret 2010, juga diadakan konser dengan 2 grup musik langsunag yaitu D’MASIV (pop) dan SERA (orkes melayu asli gresik). dalam HUT ini mungkin didatangi sekitar 15000 (lima belas ribu) lebih pasang mata. karena panitia menyiapkan 15 ribu bungkus "Nasi Krawu" (makanan khas gresik) dan berbagai konsumsi lainnya secara gratis.
Pada pukul 8 malam acara belum mulai, tapi nasi bungkus sudah habis. tiap orang ada yang mendapat lebih dari 1 nasi bungkus. tapi masih banyak orang yang berdatangan

Acara dimulai grup musik SERA sungguh heboh bung, para penonton berjoget ria, lapangan halaman pemkab yang luas penuh orang. kian menjadi saksi kokohnya kantor ini. OM. SERA membawakan sekitar 7 lagu tetapi saat SERA sudah selesai menampilkan kemampuannya berate menunjukkan jeda pergantian D’MASIV. saat itu host dari JTV meneriakkan D’MASIV tetapi apa bung……….jawabanyya…
 
Host :D’MASIV...
Penonton/warga gresik :SERA SERA...!!!
Host :D’MASIV...
Penonton/warga gresik :SERA...
Host :D’MASIV...
Penonton/warga gresik :SERA SERA...!!

Saat itu saya berada didepan panggung, mepet pagar pembatas sehingga saya betul betul mendengar teriakan itu bung.. wwwowow fantastic…. grup orkes asli gresik mampu menyaingi band papan atas yang nampang di TV.

Saat d'masiv mulai tak urung, terasa sesak!! ternyata banyak yang pengen liat ryan dkk dari depan…melihat kondisi itu, saya mencoba niat untuk pulang, karena saya pikir tiap hari juga udah liat di tipi (Televisi.Red). saat mulai ke belakang ternyata apa bung….ternyata di belakang bayak para warga yang mulai pulang. padahal d’masiv baru mulai.

Saya pikir bahwa saat itu yang menjadi fenomenal adalah pembagian nasi krawu gratis dan grup musik SERA.
Baca Selengkapnya ...

Coblos Ulang Pilkada Gresik 2010

>> Rabu, 21 Juli 2010

Seputar Gresik -

Coblos Ulang Pilkada Gresik 2010
sumber : http://coblosulangpilkadagresik.blogspot.com/

Hari itu di tengah Dingin nya malam dan sunyi nya Kota Gresik, Penulis Mencoba menelusuri tentang seberapa antusias Warga Nggersik (Gresik.Red) dalam menyikapi Coblosan Ulang Pilkada Gresik 2010, yang Rencananya akan di Laksanakan pada 08 Agustus 2010 mendatang itu, semula Penulis hanya iseng iseng cari angin sambil Cangkruk'an Plus Ngopi di Warkop Puncak Putri Cempo masuk wilayah kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, sambil menikmati indahnya Kota Surabaya saat malam hari yang nampak jika di pandang dari atas bukit Cempo.
Baca Selengkapnya ...

Maulana Malik Ibrahim ( Sunan Gresik )

>> Rabu, 16 Juni 2010

Gresik -
Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (wafat : 1419 Masehi / 882 Hijriyah) adalah nama salah seorang Walisongo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Ia dimakamkan di Ds.  Gapuro Sukolilo, kota Gresik, Jawa Timur.
Baca Selengkapnya ...

Urus KTP Gresik Mahal Banget Gitu Looohhh...

>> Kamis, 10 Juni 2010

Gresik -
Metropolis JawaPos, Isu miring tentang maraknya pungutan liar (pungli) seputar pembuatan dokumen kependudukan ternyata menyebabkan Dinas Kependudukan (Dispenduk) Gresik kebakaran jenggot. Mereka mengklaim tidak pernah membuat kebijakan tarikan tambahan.
Baca Selengkapnya ...

Rahasia Allah : Keajaiban Shodaqoh

>> Sabtu, 22 Mei 2010


وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لاَ تَعْبُدُونَ إِلاَّ اللّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ
وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسْناً وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلاَّ قَلِيلاً مِّنكُمْ وَأَنتُم مِّعْرِضُونَ

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling ( QS. Al Baqarah 2:83 )
Baca Selengkapnya ...

Wildan Rabbani Vs Tukul Arwana di Bukanempatmata Trans 7

>> Jumat, 21 Mei 2010


 Gresik -

Sungguh tak pernah terbersit sedikitpun dalam benak Wildan Rabbani, alumni smansagres (SMA Negeri 1 Gresik) yang menyukai Pelajaran Biologi ini akan bisa bertemu pelawak kondang dan sekaligus presenter kocak Tukul Arwana, berkat kecerdasannya lah Wildan bisa bertemu langsung dan bertatap muka dengan pemandu acara TV favorit bukan empat mata di Trans 7 itu tadi Malam (kamis, 20/5) dalam rangka menyambut harkitnas.
Baca Selengkapnya ...

Sunan Giri

>> Kamis, 06 Mei 2010

 Gresik -

Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Beliau di lahirkan  di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu diantaranya Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra. Beliau dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda mengenai silsilah Sunan Giri. Sebagian babad berpendapat bahwa Beliau adalah anak Maulana Ishaq, seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah. Maulana Ishaq diceritakan menikah dengan Dewi Sekardadu, yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.

Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW; yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja'far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali' Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), Maulana Ishaq, dan 'Ainul Yaqin (Sunan Giri)

Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur, dan catatan nasab Sa'adah BaAlawi Hadramaut.

Dalam Hikayat Banjar, Pangeran Giri / Sunan Giri merupakan putera dari pasangan Putri Pasai (Jeumpa) dengan putera Raja Bali. Putri Pasai adalah puteri Sultan Pasai yang diambil isteri oleh Raja Majapahit yang bernama Dipati Hangrok. Pasangan Putri Pasai dengan Raja Majapahit ini telah memperoleh seorang putera. Kemudian Putri Pasai diberikan oleh Raja Majapahit kepada putera dari Raja Bali. Jadi Pangeran Giri saudara seibu dengan putera Raja Majapahit. Mangkubumi Majapahit masa itu adalaha Patih Maudara.

Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah, dengan Dewi Sekardadu, putri Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Dipaksa untuk membuang anaknya, Dewi Sekardadu menghanyutkannya ke laut.
Kemudian, bayi tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal (pelaut) dan dibawa ke Gresik. Di Gresik, dia diadopsi oleh seorang saudagar perempuan pemilik kapal, Nyai Gede Pinatih. Karena ditemukan di laut, dia menamakan bayi tersebut Joko Samudra.

Ketika sudah cukup dewasa, Joko Samudra dibawa ibunya ke Surabaya untuk belajar agama kepada Sunan Ampel. Tak berapa lama setelah mengajarnya, Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Kemudian, Sunan Ampel mengirimnya dan Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang), untuk mendalami ajaran Islam di Pasai. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudra. Di sinilah, Joko Samudra, yang ternyata bernama Raden Paku, mengetahui asal-muasal dan alasan mengapa dia dulu dibuang.

Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya, Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden 'Ainul Yaqin lalu kembali ke Jawa. Beliau kemudian mendirikan sebuah pesantren giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti, Kebomas. Dalam bahasa Jawa, Giri berarti Gunung. Sejak itulah, ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri.

Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung.

Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, Lir-ilir dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.

Sumber : 
http://id.wikipedia.org Baca Selengkapnya ...

Nasi Krawu Gresik Ajib, Sambalnya Nonjok Banget

>> Kamis, 22 April 2010

Gresik -

Nasi Krawu...??? pasti dalam benak anda membayangkan seporsi Nasi putih, dengan Parutan kelapa yang di Goreng dan sayur sayuran yang di rebus, seperti kacang panjang dan sayuran lain sebagai pelengkapnya.

Tapi ternyata Tidak, kalau anda membayangkan seperti itu pasitlah bayangan anda salah besar, itulah uniknya Nasi Krawu khas Gresik, krawu gresik ternyata yang lebih menonjol adalah dari Lauknya yang berupa daging yang di remukkan ( di suwir kecil kecil ) rasanya sedikit manis tapi gurih di lidah, Pokoknya Ajib banget deh, apalagi kalo sambalnya Pedas, huh.. pasti Nonjok banget.

Banyak sekali penjual nasi krawu ini, di antaranya yang terkenal adalah "Nasi Krawu Bu Rika" yang berlokasi di Jl. Pahlawan Gresik, ada Juga Bu Timan, dan masih banyak yang lainnya. tapi yang paling unik adalah "NASI KRAWU GENDERUWO" Sindujoyo. mendengar namanya aja pasti anda merasa serem banget, "emang ada ya nasi krawu gendruwo" tanya seorang pendatang dari luar kota gresik, saya jawab ya ada lah.. makanan apa sih yang gak ada di Gresik ini...?? lho kenapa di namai nasi gendruwo..?? menurut sumber yang terpercaya nama nasi gendruwo sebenarnya di ambil dari kata "Hantu"(Genderuwo.Jawa.Red)..., loh... mang apa hubungannya Krawu ama Hantu?? makin bingung yaaa..??

Jadi Begini Ceritanya... heheheheeee......

"Ternyata di namai Nasi Gendruwo karena "Buka" nya pada Malam menjelang Pagi yaitu tepat jam 02.00 wib, sama seperti keluarnya Hantu dari sarangnya kali yaaa... masuk akal juga sih...., emang sih harganya agak mahalan dikit, tapi Rasanya Brooo...!!! Huuuhhh...!!! sambalnya itu loohhh.... Nonjok Banget deehh...!!! kalo kantong anda agak sedikit tebal gak ada salahnya nambah Lidah Goreng atau Bandeng Presto nya... di jamin anda bakal ketagihan deehh....

Ada juga nasi krawu yang buka tengah malam namun laris bukan main, tepatnya adalah di sebelah barat Ramayana Gresik, tepatnya di depan Counter Handphone Selular masuk wilayah Kelurahan Telogopojok Gresik, Jl. Gubernur Suryo, Buka nya tepat jam 24.00 Wib, jika pas malam hari perut anda keroncongan langsunga aja mampir kesana, di jamin Puaasss.... Harga lebih terjangkau. di sini uniknya bisa tambah Kuah semur usus sapi, dan sambalnya lebih Nonjok di banding Krawu Genderuwo.

Selamat menikmati (SeputarGresik/Yud)
Baca Selengkapnya ...

Pudak Gresik, Legit dan Maknyusss

 Pudak adalah Oleh oleh Khas dari Kota Gresik, Jawa Timur Indonesia, yang terbuat dari tepung Beras, Gula dan Kelapa, lalu kemudian di bungkus. kadang ada juga tepung beras di ganti dengan tepung Sagu, Pudak memang sangat Cocok untuk oleh oleh para wisatawan dari Luar Kota, karena di samping tahan Lama pudak juga tergolong alami dan tanpa bahan pengawet.
Di Kota Gresik , pudak bisa kita jumpai atau kita dapatkan di toko toko di seputaran Pasar Gresik yaitu di sepanjang jalan Sindujoyo, di situ akan anda jumpai toko yang berjejer di sepanjang jalan yang menjual pudak di antaranya yang terkenal yaitu Toko "Sari Kelapa" atau di Pusat Oleh oleh Gresik di Jl. Veteran Gresik.

Bagi anda yang berkunjung ke kota gresik atau kebetulan lewat dan melintas di kota gresik, sangatlah rugi kalau anda tidak mencoba membeli pudak, karena rasanya yang legit banget... bener bener maknyuussssss...

*Coba juga Pudak yang di Jual di Sebelah Studio Radio Elbayu Gresik.


 (Seputar Gresik/yud)
Baca Selengkapnya ...

Cangkruk'an Rek...!!!

>> Senin, 05 April 2010


Cangkruk'an, buat yang gak ngerti bahasa jawa cangkruk itu bisa di artikan nongkrong, yang namanya cangkruk memang bisa di lakukan dimana saja tapi kalau untuk warga Gresik dari yang di pelosok desa (yang biasanya gak masuk peta) sampai yang di tengah kota baik yang muda maupun yang tua yang namanya cangkruk biasanya di warung kopi sambil menikmati secangkir kopi yang biasanya bisa makan waktu berjam-jam.

Seperti warung kopi umumnya ada juga kue dan jajanan dan tidak ketinggalan satu ciri khas warung kopi di kota Gresik, nasi bungkus ( bebek, ayam, campur, krawu dll ) tidak pernah ketinggalan. Bagi yang pernah datang ke Gresik pasti warung kopi menjadi satu pemandangan yang mudah sekali dilihat dan juga diingat karena jumlahnya yang begitu banyak dan mudah sekali di jumpai di sepanjang jalan raya dan juga di perkampungan.

Warung kopi di Gresik juga menjadi salah satu denyut nadi perkonomian Kota Gresik, membuka lapangan kerja pasti, karena setiap warung kopi minimal mempunyai 2 orang penjaga atau hanya dijaga pemilik warung itu sendiri tapi ini sangat jarang karena warung kopi karena warung kopi biasanya buka mulai pagi sampai malam bahkan tidak sedikit yang melayani pelanggan 24 jam nonstop (awan bengi ngopi cak!).

Belum pernah ada sensus atau penelitian (atau istilah2 lainnya) berapa jumlah warung kopi yang ada di Kota Gresik apalagi di seluruh kabupaten Gresik (mungkin anda berminta untuk menghitung?) Kalau kita misalkan ada 1000 warung kopi berarti paling tidak sudah membuka lapangan kerja bagi 2000 orang, ini tentu sangat berarti untuk saat ini di mana lowongan pekerjaan sangat sulit apalagi untuk lapangan kerja yang satu ini tidak dibutuhkan kemampuan khusus dan modalnya relatif kecil.

Dari warung kopi ini lah sebagian aktifitas budaya dan ekonomi warga Gresik berputar, pengunjung warung kopi yang berasal dari berbagai macam latar belakang sosial dan ekonomi biasanya bertemu dan berinteraksi baik dengan orang yang sudah dikenal maupun belum dikenal.

Dari cangkruk dan ngobrol di warung kopi ini biasanya masyarakat saling bertukar informasi tak jarang pula obrolan ini berlanjut menjadi perbincangan bisnis bila yang berjumpa sesama pedagang atau pengrajin dan penyedia bahan baku karena di Gresik banyak sekali pengusaha dan pengrajin ada industri bordir, tas, kopyah, krupuk, petis, busana muslim dan makanan khas Gresik. Baca Selengkapnya ...

Kajian Kesadaran Remaja Terhadap FreeSex, Drugs, dan Narkoba di Kabupaten Gresik

>> Jumat, 02 April 2010

Fenomena remaja di Kab Gresik menarik dicermati. Mobilitas remaja di lingkungan industri menuntut ketahanan moral yang tinggi. Intensitas pergaulan remaja di lingkungan masyarakat juga mendesak untuk disiasati agar tidak lepas control. Demikian pula keberadaan remaja di tempat kost-kost an dan kontrakan juga mendesak untuk dijaga dari penyalahgunaan kebebasan. Ini perlu ditelaah terkait dengan upaya menjaga Gresik dari kepunahan identitasnya sebagai kota santri.

Kajian ini terfokus pada upaya untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, pemahaman, dan bentuk-bentuk keterlibatan remaja terhadap free sex, drugs, dan  narkoba di Kab Gresik. Temuan penelitian ini akan berguna bagi pengambil kebijakan dalam hal ini Pemkab Gresik, dalam menentukan strategi pertahanan budaya dan etika khususnya di kalangan pelajar di lingkungan Gresik.

Temuan penelitian menyebutkan bahwa di tahun 2006, terdapat 26 kasus narkoba, dan dari jumlah itu 7 di antaranya ialah pelajar. Ini memprihatinkan sebab mereka tidak hanya pengguna tetapi juga berperan sebagai pengedar.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka terjerat pada keadaan yang tabu itu. Penyebab utamanya ialah problem konflik sosial, yang mencapai angka 87.4 persen, khususnya diakibatkan dari adanya konflik dengan orang tua yang ditunjukkan dengan angka 40,5%.

Data lain yang mencuat dalam penelitian ialah bahwa mereka pun sebenarnya merasa menyesal terhadap perbuatan mereka, namun mereka tak mengerti bagaimana menghindarinya. Data hasil penelitian juga mengungkapkan apa saja yang dilakukan remaja dalam upaya mengurangi bebas psikologis akibat narkoba. Upaya-upaya yang mereka lakukan antara lain ; (1) mereka curhat kepada teman dekat atau sahabat (76%), (2) baru kemudia mereka mengemukakan pada pacar (12%), (3) kepada orang tua hanya 2.8%, dan (4) mereka menyampaikan kepada guru hanya mencapai 1.1%.

Fenomena ini menunjukkan bahwa remaja tidak memiliki keberanian untuk mencari penyelesaian atas masalah yang dihadapinya kepada orang yang seharusnya membantunya. Misalnya, mengadu kepada orang tua hanya dilakukan oleh 2,8 % responden, sehingga tidak heran bila kedua pihak itu saling tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya. Hal yang perlu diperhatikan bagi orang tua di Kota Gresik agar mencoba lebih akrab dan terbuka untuk menjadi sarana curhat bagi anak-anaknya.

Temuan hasil penelitian ini menunjukkan pula bahwa guru bukanlah mitra yang dipilih oleh murid yang mengalami masalah untuk berkonsultasi. Hal ini dinyatakan dalam bentuk rendahnya persentase ( mencapai angka 1.1%) bagi siswa berani berkonsultasi tentang persoalan yang dihadapi siswa. Maka hal ini menjadi perhatian pula bagi para guru agar ia selalu menjadi mitra belajar bagi murid-muridnya, sekaligus mitra yang dapat menimbulkan rasa aman bagi mereka untuk menjadi sarana memperbaiki budi pekerti, akhlak para pelajarnya.

Baca Selengkapnya ...

Creative Commons License This work by "Seputar Gresik" is licensed under a : Commons Attribution-Non Commercial-No Derivs 3.0 Creative Unported License Permissions beyond the scope of this license may be available at www.seputargresik.co.cc

  © Seputar Gresik Powered by Kang Yudhie Copyright © 2009-2010

Kembali ke Atas