Tampilkan postingan dengan label Seputar Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Wisata. Tampilkan semua postingan
Gambar Ilustrasi : Ziarah Wali Limo
Gresik -Pagi ini, Sabtu (08/5) "SG" menyusuri jalanan di seputaran Wilayah Kota Gresik, ada hal yang menarik yang SG temui, Waktu melintas di sekitar Perempatan Pasar Gresik, tidak seperi biasanya ada Bus Pariwisata parkir di depan Toko Serba Guna dekat perempatan Gresik masuk kelurahan Karang Turi Gresik, SG melihat beberapa Orang berpakaian Busana Muslim dengan membawa perbekalan, SG mencoba mendekati dan bertanya, "Rombongan apa Bu..??" tanpa ditutup tutupi si ibu menjawab : " Ini , Nak... mau Ziarah Wali Limo...." trus SG tanya lagi : Berapa Biayanya bu..?? sambil tersenyum Riang si ibu menjawab pertanyaan saya : "GRATIS" kok Nak ujarnya, Lho... kok enak banget bu...??? iya nak, kan mau Pilkada Gresik nak ...??!!! cetusnya, dalam benak saya, loh... emang apa hubungannya PILKADA Gresik ama Ziarah Wali Limo..?????
Belum sempat hilang Rasa Penasaran saya, tiba tiba muncul dari arah utara perempatan Gresik sebuah Bus Pariwisata lengkap dengan tulisan "Rombongan Ziarah Wali Limo Kelurahan Sukodono Gresik" dengan Embel embel salah satu Nama Pasangan Calon yang akan maju dalam PILKADA GRESIK 2010 mendatang, akhirnya terjawablah pertanyaan yang menggelayut dalam benak saya yang sempat bikin saya nggak habis pikir.
Ternyata setelah mendapat konfirmasi dari ibu yang saya tanya tadi, Rombongan ibu ini juga memang di Biayai oleh salah satu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik Periode mendatang. memang banyak hal yang kreatif yang di lakukan oleh tim sukses masing masing pasangan calon untuk menarik simpati masyarakat agar memilih salah satu pasangan Calon pada pemilukada Gresik mendatang, di antaranya ya.. itu.., Ziarah Gratis Wali Limo.
Tapi apapun Caranya , SG berharap Pilkada Gresik 2010 kali ini akan berjalan Lancar dan Sukses dan tidak ada Kecurangan ataupun Hal hal lain yang dapat menimbulkan perpecahan di Masyarakat, Bagaimana Pendapat anda...????
Mari Sukseskan Pemilukada / Pilkada Gresik 2010, Ciptakan Pilkada yang Damai Aman dan Bersih. (SG/yud)
Bawean Mimpi Jadi Bali ( 2 )
>> Kamis, 06 Mei 2010
Gresik -
Sulitnya transportasi serta minimnya sarana dan prasarana penunjang pariwisata di Pulau Bawean membuat pengusaha pariwisata pesimistis pulau ini bisa berkembang seperti Bali.
“Sebenarnya bila membicarakan masalah pariwisata di suatu daerah, yang terpenting harus dipikirkan adalah transportasi yang nyaman serta sarana penunjang seperti hotel dan restoran yang representatif. Sayangnya, kedua hal tersebut belum tersedia di Bawean,” ujar Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Jatim, Haryono Gondhosoewito, Selasa (4/5).Susahnya transportasi ke Bawean membuat biro perjalanan kurang berminat pada daerah ini. Selain itu, objek wisata unggulan yang selama ini ditawarkan di kepulauan yang jaraknya sekitar 81 mil laut dari pesisir Gresik ini juga dirasa kurang menarik wisatawan. Haryono yang juga pemilik biro perjalanan wisata Haryono Tours and Travel ini mencontohkan, wisata di Gunung Bromo yang perjalanannya sama-sama sulit pun masih sepadan dengan objek wisata yang bisa dinikmati. “Kalau ke Bromo, meskipun sama-sama sulit, tapi objeknya sangat indah dan seimbang dengan perjalanan yang harus ditempuh. Nah kalau ke Bawean, dengan perjalanan sejauh itu, apakah seimbang dengan objek wisata yang didapatkan?” tanyanya.
Keberagaman objek wisata juga jadi sorotan serius Asita. Haryono menjelaskan, wisatawan bisa berkali-kali berkunjung ke Bali karen disana banyak objek wisata. “Banyak sekali objek wisata yang bisa dinikmati di Bali sehingga wisatawan mendapat banyak pilihan dan bisa datang ke sana berkali-kali,” tuturnya.
Haryono menegaskan, bila pemerintah ingin serius menggarap potensi wisata Bawean sebagai salah satu ikon baru pariwisata di Jatim, dua kebutuhan pokok tersebut harus dipenuhi. Selain itu, promosi juga harus terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Gresik.
“Kami contohkan Lombok, meskipun jauh, tapi pemerintah setempat serius menggarap pariwisata di sana. Mereka juga gencar melakukan promosi sejak bertahun-tahun lalu. Keinginan menjadikan Bawean seperti Lombok atau Bali bukan hal yang tidak mungkin asal ada kemauan dari pemerintah,” tandasnya.
Haryono sendiri mengaku siap diundang ke Bawean untuk melihat langsung perkembangan objek wisata disana. Haryono juga siap membantu mempromosikan Bawean sebagai tujuan wisata baru dengan catatan pemerintah setempat sudah mempersiapkan sarana dan prasarana dengan baik.
Selain kapal laut, sebenarnya Bawean sudah lama mengupayakan adanya lapangan terbang perintis. Namun, rencana pembangunan lapangan terbang itu berkali-kali tersendat. Selain terganjal pembebasan lahan, proyek itu juga mangkrak karena kasus korupsi yang melibatkan sejumlah oknum pejabat pemerintah kabupaten dan saat ini kasusnya masih ditangani kepolisian setempat.
Kendala pembebasan lahan muncul lantaran belum ada kesepakatan harga antara Pemkab Gresik dengan warga pemilik lahan. Rencananya di lahan seluas 4 hektare yang belum bisa dibebaskan tersebut bakal dibangun runway pesawat.
Sebelumnya sempat menjadi pertimbangan pemerintah apabila tidak tercapai kesepakatan, maka runway pesawat bakal digeser dengan mereklamasi laut, mirip runway Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.
Pembangunan lapter itu menggunakan dana patungan, pemerintah pusat, Provinsi Jatim, dan Pemkab Gresik. Pemkab Gresik harus menyediakan lahan sekitar 60 hektare, sementara pemerintah pusat dan Pemprov Jatim membangun fasilitas pendukungnya.
Pemkab Gresik sendiri pernah mentargetkan lapter Bawean harus rampung tahun 2007, namun hingga kini belum terwujud
Sumber : Surabaya Post
Foto : JawaPost
Baca Selengkapnya ...
Foto : JawaPost
Kategori :
Seputar Gresik,
Seputar Wisata
Sunan Giri
Gresik -
Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Beliau di lahirkan di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu diantaranya Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra. Beliau dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.
Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda mengenai silsilah Sunan Giri. Sebagian babad berpendapat bahwa Beliau adalah anak Maulana Ishaq, seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah. Maulana Ishaq diceritakan menikah dengan Dewi Sekardadu, yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.
Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW; yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja'far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali' Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), Maulana Ishaq, dan 'Ainul Yaqin (Sunan Giri).
Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur, dan catatan nasab Sa'adah BaAlawi Hadramaut.
Dalam Hikayat Banjar, Pangeran Giri / Sunan Giri merupakan putera dari pasangan Putri Pasai (Jeumpa) dengan putera Raja Bali. Putri Pasai adalah puteri Sultan Pasai yang diambil isteri oleh Raja Majapahit yang bernama Dipati Hangrok. Pasangan Putri Pasai dengan Raja Majapahit ini telah memperoleh seorang putera. Kemudian Putri Pasai diberikan oleh Raja Majapahit kepada putera dari Raja Bali. Jadi Pangeran Giri saudara seibu dengan putera Raja Majapahit. Mangkubumi Majapahit masa itu adalaha Patih Maudara.
Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah, dengan Dewi Sekardadu, putri Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Dipaksa untuk membuang anaknya, Dewi Sekardadu menghanyutkannya ke laut.
Kemudian, bayi tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal (pelaut) dan dibawa ke Gresik. Di Gresik, dia diadopsi oleh seorang saudagar perempuan pemilik kapal, Nyai Gede Pinatih. Karena ditemukan di laut, dia menamakan bayi tersebut Joko Samudra.
Ketika sudah cukup dewasa, Joko Samudra dibawa ibunya ke Surabaya untuk belajar agama kepada Sunan Ampel. Tak berapa lama setelah mengajarnya, Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Kemudian, Sunan Ampel mengirimnya dan Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang), untuk mendalami ajaran Islam di Pasai. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudra. Di sinilah, Joko Samudra, yang ternyata bernama Raden Paku, mengetahui asal-muasal dan alasan mengapa dia dulu dibuang.
Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya, Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden 'Ainul Yaqin lalu kembali ke Jawa. Beliau kemudian mendirikan sebuah pesantren giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti, Kebomas. Dalam bahasa Jawa, Giri berarti Gunung. Sejak itulah, ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri.
Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung.
Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, Lir-ilir dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.
Sumber :
http://id.wikipedia.org Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Seputar Artikel,
Seputar Budaya,
Seputar Gresik,
Seputar Sejarah,
Seputar Wisata
Telaga Ngipik Gresik, alternatif wisata Wana dan Air
>> Kamis, 29 April 2010
Gresik ~
Nama sebenarnya adalah Taman Wisata Giri Wana Tirta, tapi orang gresik pada umumnya mengenal tempat tersebut dengan "Telogo Ngipik". karena memang lokasinya masuk dalam wilayah kelurahan Ngipik, kecamatan Gresik kota, tepatnya di sebelah utara pintu masuk KAWASAN INDUSTRI GRESIK (K.I.G). berada di Jl.Tri Dharma yang berjarak hanya sekitar 300 meter dari PT.PETROKIMIA GRESIK.

Nama sebenarnya adalah Taman Wisata Giri Wana Tirta, tapi orang gresik pada umumnya mengenal tempat tersebut dengan "Telogo Ngipik". karena memang lokasinya masuk dalam wilayah kelurahan Ngipik, kecamatan Gresik kota, tepatnya di sebelah utara pintu masuk KAWASAN INDUSTRI GRESIK (K.I.G). berada di Jl.Tri Dharma yang berjarak hanya sekitar 300 meter dari PT.PETROKIMIA GRESIK.

Tempat wisata ini mulai dikelola oleh PT. SWABINA GATRA sejak tahun 2002. tempat wisata ini mempunyai berbagai fasilitas, diantaranya adalah arena bermain untuk anak anak, permainan perahu motor, sepeda air serta tempat berlatih bagi Persatuan Ski Air seluruh Indonesia (PSASI_JATIM). tiket masuk tempat wisata ini hanya Rp.2000,- dan jika anda ingin mengelilingi telaga ngipik dengan fasilitas perahu motor anda cukup merogoh kocek anda sebesar Rp.5000,~ , kalau anda hoby mancing, puaskan diri anda untuk memancing ikan disana, ada juga bisa membawa oleh oleh Adenium jika anda adalah penggemar tanaman hias, karena di telaga ngipik ini juga pernah menjadi sangat terkenal di jawa timur karena taman adeniumnya yg unik pada saat itu.
Sejarah :
Dulunya Telaga Ngipik adalah bekas penambangan tanah sebagai bahan baku membuat semen oleh PT. SEMEN GRESIK, karena tiap hari dikeruk akhirnya lahan itu menjadi sebuah kubangan besar yang luasnya mencapai puluhan hektar, lalu kemudian terisi air hujan hingga akhirnya jadilah sebuah telaga. (SG/yud)
Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Seputar Gresik,
Seputar Info,
Seputar Kota,
Seputar Wisata
Langganan:
Postingan (Atom)














