Tampilkan postingan dengan label Seputar Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Budaya. Tampilkan semua postingan
Seputar Gresik
Bagi sebagian orang waktu menjelang buka puasa itu sering dimanfaatkan dengan kegiatan kegiatan yang bersifat rekreatif dan refresing atau istilah kerennya Ngabuburit. Lokasi yang paling disukai dan menjadi favorit warga gresik adalah Bundaran GKB dan Alon-alon kota Gresik, khususnya hari libur, seperti hari minggu kemarin (22/08) di alun alun gresik ramai di serbu warga sekitar.
Berbondong bondongnya warga kota gresik kemarin tidak luput karena adanya acara safari Ramadhan berupa pembagian takjil gratis jelang buka puasa yang di selenggarakan Djarum, oleh panitia acara ini di kemas sedemikian rupa, sehingga menarik perhatian warga yang kebetulan melintas di sekitar alun~alun.
Sebelum Pembagian takjil gratis warga gresik disuguhi lagu lagu rohani yang dibawakan oleh Grup Band Lokal, acara kemudian diselingi dengan ceramah agama berupa tausiyah seputar bulan ramadhan. ustadz menyampaikan dan menghimbau penonton untuk selalu berlomba lomba dalam berbuat kebaikan selama bulan ramadhan ini. acara ini dihadiri sedikitnya 200 orang dan didukung juga oleh BMC (Black Motor Community) Gresik. (SG/yud)
Baca Selengkapnya ...
Jangan Anggap Remeh Dangdut di Gresik
>> Kamis, 22 Juli 2010
Seputar Gresik -
Catatan Fahmi Dians on Facebook
17 Juli 2010 jam 19:10
" Ini Fakta...!!! Bukan Hanya Gembar Gembor... "
Dua tahun belakangan stasiun TV nasional mengisi berbagai acara TV dengan perhelatan music music pop, tapi kemanakah music dangdut diapresiasikan??
Melihat kasus ini penulis yang berusia 18 tahun mencoba mengamati minat antara music dangdut dan pop.dalam hal ini penulis mempunyai 3 sumber konser music pop dan dangdut yang kesemuanya berada di gresik.(live shownya)
Apakah di gresik juga banyak penggemar dangdut??
Pertanyanan yang gampang,tapi membingungkan dalam menentukan jumlahnya.
3 sumber yang dianalisis adalah konser band band papan atas nasional (J-ROCK DAN d’MASIV)dan orkes melayu jawa timur (SERA dan NEW PAL’LAPA).
Pada Hari Sabtu, 12 Juni 2010, ada konser grup band papan atas ibu kota yang tak asing lagi yaitu "J-ROCK" yang diadakan di lapangan poas muda , yang berada sekitar 5km dari alun alun kota. dalam konser ini ribuan pemuda dan pemudi datang dengan pasangan , teman maupun kelompok. dalam konser ini yang berjumlah serkitar lima ribu (5000) pasang mata menyaksikan. sungguh jumlah yang fantastic bung…
Tak hanya itu masyarakat sekitar juga kebanjiran rejeki dengan membuka parkir motor dadakan dengan harga 3000 rupiah , wwooowowowow harga yang funtastis 6x lipat harga yang ditetapkan pemerintah yaitu 500 rupiah. mungkin harga parkir mahal karena melihat peluang konser dalam memanfaatkan keadaan.
Bagaimana dengan konser new pallapa??
Pada hari yang sama (sabtu)dengan tanggal yang berbeda dengan selisih 2 minggu tepatnya tanggal 26 juni 2010 , orkes melayu NEW PALLAPA mengadakan konser hajatan di lapangan legundi yang berada +50km dari alun alun gresik (sekiatar70 menit naik motor).
Seperti halnya konser band tadi, masyarakat sekitar juga kebanjiran rejeki dengan membuka parkir motor dadakan, tetapi ternyata ada perbedaan bung???Harga parker motor saat itu 8000rupiah wowowowowow hamper 3x lipat harga konser band atau 16x lipat harga parker yang ditetakan Pemda Gresik.
Pada saat HUT GRESIK hari jumat 12 maret 2010, juga diadakan konser dengan 2 grup musik langsunag yaitu D’MASIV (pop) dan SERA (orkes melayu asli gresik). dalam HUT ini mungkin didatangi sekitar 15000 (lima belas ribu) lebih pasang mata. karena panitia menyiapkan 15 ribu bungkus "Nasi Krawu" (makanan khas gresik) dan berbagai konsumsi lainnya secara gratis.
Acara dimulai grup musik SERA sungguh heboh bung, para penonton berjoget ria, lapangan halaman pemkab yang luas penuh orang. kian menjadi saksi kokohnya kantor ini. OM. SERA membawakan sekitar 7 lagu tetapi saat SERA sudah selesai menampilkan kemampuannya berate menunjukkan jeda pergantian D’MASIV. saat itu host dari JTV meneriakkan D’MASIV tetapi apa bung……….jawabanyya…
Saat itu saya berada didepan panggung, mepet pagar pembatas sehingga saya betul betul mendengar teriakan itu bung.. wwwowow fantastic…. grup orkes asli gresik mampu menyaingi band papan atas yang nampang di TV.
Saat d'masiv mulai tak urung, terasa sesak!! ternyata banyak yang pengen liat ryan dkk dari depan…melihat kondisi itu, saya mencoba niat untuk pulang, karena saya pikir tiap hari juga udah liat di tipi (Televisi.Red). saat mulai ke belakang ternyata apa bung….ternyata di belakang bayak para warga yang mulai pulang. padahal d’masiv baru mulai.
Saya pikir bahwa saat itu yang menjadi fenomenal adalah pembagian nasi krawu gratis dan grup musik SERA.
Baca Selengkapnya ...
Catatan Fahmi Dians on Facebook
17 Juli 2010 jam 19:10
" Ini Fakta...!!! Bukan Hanya Gembar Gembor... "
Apakah yang menjadi alasan saya menulis catatan ini...??
Dua tahun belakangan stasiun TV nasional mengisi berbagai acara TV dengan perhelatan music music pop, tapi kemanakah music dangdut diapresiasikan??
Dari berbagai macam stasiun televisi nasional menampilkan acara acara tersendiri seperti dahsyat RCTI, inbox & hip hip hura SCTV, klik ANTV,ON tHE Spot TRANS 7, trans tv, tv one dll. tapi yang mengisi acara dangdut adalah TPI. tv local jawa timur JTV.
Dengan acara acara seperti ini pastinya mempengaruhi tentang jumlah penggemar antara dangdut dan pop. jawa timur sebagai barometer dangdut jawa timur apakah juga terpengaruh jumlah penggemarnya??
Dengan acara acara seperti ini pastinya mempengaruhi tentang jumlah penggemar antara dangdut dan pop. jawa timur sebagai barometer dangdut jawa timur apakah juga terpengaruh jumlah penggemarnya??
Melihat kasus ini penulis yang berusia 18 tahun mencoba mengamati minat antara music dangdut dan pop.dalam hal ini penulis mempunyai 3 sumber konser music pop dan dangdut yang kesemuanya berada di gresik.(live shownya)
Apakah di gresik juga banyak penggemar dangdut??
Pertanyanan yang gampang,tapi membingungkan dalam menentukan jumlahnya.
3 sumber yang dianalisis adalah konser band band papan atas nasional (J-ROCK DAN d’MASIV)dan orkes melayu jawa timur (SERA dan NEW PAL’LAPA).
Pada Hari Sabtu, 12 Juni 2010, ada konser grup band papan atas ibu kota yang tak asing lagi yaitu "J-ROCK" yang diadakan di lapangan poas muda , yang berada sekitar 5km dari alun alun kota. dalam konser ini ribuan pemuda dan pemudi datang dengan pasangan , teman maupun kelompok. dalam konser ini yang berjumlah serkitar lima ribu (5000) pasang mata menyaksikan. sungguh jumlah yang fantastic bung…
Tak hanya itu masyarakat sekitar juga kebanjiran rejeki dengan membuka parkir motor dadakan dengan harga 3000 rupiah , wwooowowowow harga yang funtastis 6x lipat harga yang ditetapkan pemerintah yaitu 500 rupiah. mungkin harga parkir mahal karena melihat peluang konser dalam memanfaatkan keadaan.
Bagaimana dengan konser new pallapa??
Pada hari yang sama (sabtu)dengan tanggal yang berbeda dengan selisih 2 minggu tepatnya tanggal 26 juni 2010 , orkes melayu NEW PALLAPA mengadakan konser hajatan di lapangan legundi yang berada +50km dari alun alun gresik (sekiatar70 menit naik motor).
Konser ini didatangi para pemuda pemudi,anak anak,waria/banci,orang tua yang datang dengan bergerombol, teman, sanak family maupun kelompok. mereka datang dengan jalan kaki, naik sepeda , menyewa pikup/truck. saat baru menampilkan 2 dari 9 artis bung MC(master of ceremony/host) mengatakan kalau ada sekitar 12000(dua belas ribu pasang mata) padahal saat itu masih banyak yang baru berdatangan.kemungkinan mencapai kisaran 14-15ribu yang datang menyaksikannya.
Seperti halnya konser band tadi, masyarakat sekitar juga kebanjiran rejeki dengan membuka parkir motor dadakan, tetapi ternyata ada perbedaan bung???Harga parker motor saat itu 8000rupiah wowowowowow hamper 3x lipat harga konser band atau 16x lipat harga parker yang ditetakan Pemda Gresik.
Pada saat HUT GRESIK hari jumat 12 maret 2010, juga diadakan konser dengan 2 grup musik langsunag yaitu D’MASIV (pop) dan SERA (orkes melayu asli gresik). dalam HUT ini mungkin didatangi sekitar 15000 (lima belas ribu) lebih pasang mata. karena panitia menyiapkan 15 ribu bungkus "Nasi Krawu" (makanan khas gresik) dan berbagai konsumsi lainnya secara gratis.
Pada pukul 8 malam acara belum mulai, tapi nasi bungkus sudah habis. tiap orang ada yang mendapat lebih dari 1 nasi bungkus. tapi masih banyak orang yang berdatangan
Acara dimulai grup musik SERA sungguh heboh bung, para penonton berjoget ria, lapangan halaman pemkab yang luas penuh orang. kian menjadi saksi kokohnya kantor ini. OM. SERA membawakan sekitar 7 lagu tetapi saat SERA sudah selesai menampilkan kemampuannya berate menunjukkan jeda pergantian D’MASIV. saat itu host dari JTV meneriakkan D’MASIV tetapi apa bung……….jawabanyya…
Host :D’MASIV...
Penonton/warga gresik :SERA SERA...!!!
Host :D’MASIV...
Penonton/warga gresik :SERA...
Host :D’MASIV...
Penonton/warga gresik :SERA SERA...!!
Penonton/warga gresik :SERA SERA...!!!
Host :D’MASIV...
Penonton/warga gresik :SERA...
Host :D’MASIV...
Penonton/warga gresik :SERA SERA...!!
Saat itu saya berada didepan panggung, mepet pagar pembatas sehingga saya betul betul mendengar teriakan itu bung.. wwwowow fantastic…. grup orkes asli gresik mampu menyaingi band papan atas yang nampang di TV.
Saat d'masiv mulai tak urung, terasa sesak!! ternyata banyak yang pengen liat ryan dkk dari depan…melihat kondisi itu, saya mencoba niat untuk pulang, karena saya pikir tiap hari juga udah liat di tipi (Televisi.Red). saat mulai ke belakang ternyata apa bung….ternyata di belakang bayak para warga yang mulai pulang. padahal d’masiv baru mulai.
Saya pikir bahwa saat itu yang menjadi fenomenal adalah pembagian nasi krawu gratis dan grup musik SERA.
Kategori :
Hiburan Gresik,
Info Gresik,
Seputar Artikel,
Seputar Budaya,
Seputar Gresik
Sunan Giri
>> Kamis, 06 Mei 2010
Gresik -
Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Beliau di lahirkan di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu diantaranya Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudra. Beliau dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.
Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda mengenai silsilah Sunan Giri. Sebagian babad berpendapat bahwa Beliau adalah anak Maulana Ishaq, seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah. Maulana Ishaq diceritakan menikah dengan Dewi Sekardadu, yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.
Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW; yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja'far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali' Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), Maulana Ishaq, dan 'Ainul Yaqin (Sunan Giri).
Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur, dan catatan nasab Sa'adah BaAlawi Hadramaut.
Dalam Hikayat Banjar, Pangeran Giri / Sunan Giri merupakan putera dari pasangan Putri Pasai (Jeumpa) dengan putera Raja Bali. Putri Pasai adalah puteri Sultan Pasai yang diambil isteri oleh Raja Majapahit yang bernama Dipati Hangrok. Pasangan Putri Pasai dengan Raja Majapahit ini telah memperoleh seorang putera. Kemudian Putri Pasai diberikan oleh Raja Majapahit kepada putera dari Raja Bali. Jadi Pangeran Giri saudara seibu dengan putera Raja Majapahit. Mangkubumi Majapahit masa itu adalaha Patih Maudara.
Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah, dengan Dewi Sekardadu, putri Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit. Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Dipaksa untuk membuang anaknya, Dewi Sekardadu menghanyutkannya ke laut.
Kemudian, bayi tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal (pelaut) dan dibawa ke Gresik. Di Gresik, dia diadopsi oleh seorang saudagar perempuan pemilik kapal, Nyai Gede Pinatih. Karena ditemukan di laut, dia menamakan bayi tersebut Joko Samudra.
Ketika sudah cukup dewasa, Joko Samudra dibawa ibunya ke Surabaya untuk belajar agama kepada Sunan Ampel. Tak berapa lama setelah mengajarnya, Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu. Kemudian, Sunan Ampel mengirimnya dan Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang), untuk mendalami ajaran Islam di Pasai. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudra. Di sinilah, Joko Samudra, yang ternyata bernama Raden Paku, mengetahui asal-muasal dan alasan mengapa dia dulu dibuang.
Setelah tiga tahun berguru kepada ayahnya, Raden Paku atau lebih dikenal dengan Raden 'Ainul Yaqin lalu kembali ke Jawa. Beliau kemudian mendirikan sebuah pesantren giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti, Kebomas. Dalam bahasa Jawa, Giri berarti Gunung. Sejak itulah, ia dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri.
Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung.
Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, Lir-ilir dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.
Sumber :
http://id.wikipedia.org Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Seputar Artikel,
Seputar Budaya,
Seputar Gresik,
Seputar Sejarah,
Seputar Wisata
Budaya Gresik, Cangkruk di Warkop
>> Selasa, 06 April 2010
sore itu cuaca gelap dan dingin banget, hujan yang dari siang mengguyur gresik membuat aku menggigil, ku coba keluar rumah.. eh.. ternyata bnyk juga yang lagi nyangkruk di warkop dekat alon alon gresik, ktemu temen lama lagi, jadi makin betah aja di warung, kata temen saya, "nang ndi ae rek" suwe gak tau ngopi bareng...? Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Seputar Budaya
Cangkruk'an Rek...!!!
>> Senin, 05 April 2010
Cangkruk'an, buat yang gak ngerti bahasa jawa cangkruk itu bisa di artikan nongkrong, yang namanya cangkruk memang bisa di lakukan dimana saja tapi kalau untuk warga Gresik dari yang di pelosok desa (yang biasanya gak masuk peta) sampai yang di tengah kota baik yang muda maupun yang tua yang namanya cangkruk biasanya di warung kopi sambil menikmati secangkir kopi yang biasanya bisa makan waktu berjam-jam.
Seperti warung kopi umumnya ada juga kue dan jajanan dan tidak ketinggalan satu ciri khas warung kopi di kota Gresik, nasi bungkus ( bebek, ayam, campur, krawu dll ) tidak pernah ketinggalan. Bagi yang pernah datang ke Gresik pasti warung kopi menjadi satu pemandangan yang mudah sekali dilihat dan juga diingat karena jumlahnya yang begitu banyak dan mudah sekali di jumpai di sepanjang jalan raya dan juga di perkampungan.
Warung kopi di Gresik juga menjadi salah satu denyut nadi perkonomian Kota Gresik, membuka lapangan kerja pasti, karena setiap warung kopi minimal mempunyai 2 orang penjaga atau hanya dijaga pemilik warung itu sendiri tapi ini sangat jarang karena warung kopi karena warung kopi biasanya buka mulai pagi sampai malam bahkan tidak sedikit yang melayani pelanggan 24 jam nonstop (awan bengi ngopi cak!).
Belum pernah ada sensus atau penelitian (atau istilah2 lainnya) berapa jumlah warung kopi yang ada di Kota Gresik apalagi di seluruh kabupaten Gresik (mungkin anda berminta untuk menghitung?) Kalau kita misalkan ada 1000 warung kopi berarti paling tidak sudah membuka lapangan kerja bagi 2000 orang, ini tentu sangat berarti untuk saat ini di mana lowongan pekerjaan sangat sulit apalagi untuk lapangan kerja yang satu ini tidak dibutuhkan kemampuan khusus dan modalnya relatif kecil.
Dari warung kopi ini lah sebagian aktifitas budaya dan ekonomi warga Gresik berputar, pengunjung warung kopi yang berasal dari berbagai macam latar belakang sosial dan ekonomi biasanya bertemu dan berinteraksi baik dengan orang yang sudah dikenal maupun belum dikenal.
Dari cangkruk dan ngobrol di warung kopi ini biasanya masyarakat saling bertukar informasi tak jarang pula obrolan ini berlanjut menjadi perbincangan bisnis bila yang berjumpa sesama pedagang atau pengrajin dan penyedia bahan baku karena di Gresik banyak sekali pengusaha dan pengrajin ada industri bordir, tas, kopyah, krupuk, petis, busana muslim dan makanan khas Gresik. Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Seputar Artikel,
Seputar Budaya,
Seputar Gresik,
Seputar Info,
Seputar Kota
Cangkruk'an di Warkop Gresik
>> Kamis, 01 April 2010
Cangkruk'an di warkop gresik... ancen Mantebb tenaaaannnnn... mak nyuuusss...!!! Baca Selengkapnya ...
Kategori :
Seputar Budaya,
Seputar Gresik
Langganan:
Postingan (Atom)













